Allah ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah” (QS. Al Anfal: 27).

Syaikh As Sa’di dalam Tafsir-nya menjelaskan:

يأمر تعالى عباده المؤمنين أن يؤدوا ما ائتمنهم اللّه عليه من أوامره ونواهيه، فإن الأمانة قد عرضها اللّه على السماوات والأرض والجبال، فأبين أن يحملنها وأشفقن منها وحملها الإنسان إنه كان ظلوما جهولا فمن أدى الأمانة استحق من اللّه الثواب الجزيل، ومن لم يؤدها بل خانها استحق العقاب الوبيل، وصار خائنا للّه

“Allah ta’ala memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk menunaikan amanah yang Allah embankan kepada mereka yaitu berupa PERINTAH dan LARANGAN (agama).

Karena amanah ini telah Allah tawarkan kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Namun mereka menolak untuk mengembannya, dan merasa berat untuk mengembannya. Namun manusia yang mengembannya, padahal mereka adalah makhluk yang banyak berbuat zalim dan banyak yang jahil.

Maka siapa yang menunaikan amanah dengan baik, ia berhak mendapatkan pahala yang besar. Siapa yang tidak menunaikan amanah dengan baik, bahkan mengkhianati amanah, maka ia berhak mendapatkan hukuman yang keras. Dan orang yang demikian, ia telah mengkhianati Allah” (Taisir Karimirrahman).

Kesimpulan:

Amanah terhadap Allah artinya menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama. Orang yang tidak menjalankan perintah agama dengan baik, atau melanggar larangan agama, maka ia telah mengkhianati Allah.
Wallahu a’lam.