Menuntut ilmu agama termasuk amal yang paling mulia, dan ia merupakan tanda dari kebaikan. Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan kebaikan, akan dimudahkan untuk memahami ilmu agama” (Muttafaqun ‘alaihi). Hal ini dikarenakan dengan menuntut ilmu agama seseorang akan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat baginya untuk melakukan amal shalih.

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Dan Allahlah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan hudaa dan dinul haq” (QS. At Taubah: 33). Dan hudaa di sini adalah ilmu yang bermanfaat, dan maksud dinul haq di sini adalah amal shalih. Dan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam memberi nama majlis ilmu agama dengan ‘riyadhul jannah’ (taman surga). Beliau juga memberi julukan kepada para ulama sebagai ‘waratsatul anbiyaa’ (pewaris para Nabi).

Demikian besar keutamaan dari ilmu dan menuntut ilmu agama. Namun banyak di antara kaum Muslimin yang belum mengetahui bagaimana cara menuntut ilmu agama yang benar, sehingga ia mendapatkan ilmu yang kokoh dan bermanfaat. Bahkan sebagian penuntut ilmu mereka menuntut ilmu tanpa arah, tanpa metode, tanpa aturan, sehingga bertahun-tahun ia menuntut ilmu namun tidak banyak peningkatan dari sisi ilmu dan amal. 

Buku yang ringkas ini akan membahas bagaimana langkah-langkah dan kiat-kiat dalam menuntut ilmu agama. Berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah serta bimbingan para ulama Ahlussunnah. Semoga Allah ta’ala menjadikan buku ini sebab untuk penulis dan pembacanya sehingga bisa menjadi para penuntut ilmu yang sejati, yang diberikan taufik oleh Allah berupa ilmu yang bermanfaat dan amalan yang shalih.

[ Download ]