Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ibnu Hibban dalam Al Majruhin [2/1], Ath Thabrani dalam Al Ausath [5787]. Dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.3289).

Sebagian orang membawakan hadits ini untuk memuji orang yang punya jasa sosial, seperti memberi makanan gratis, pengobatan gratis, sekolah (umum) yang gratis, baju gratis, membantu orang miskin cari uang, dll. Tentu ini tidak salah, bahkan sudah tepat.

Namun terkadang kita lupa bahwa konteks hadits ini umum, mencakup manfaat duniawi dan ukhrawi. Maka termasuk dalam hadits ini, para da’i, ustadz dan ulama yang menyebarkan ilmu, dan berdakwah agar manusia berjalan di jalan yang lurus dan mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah. Bukan cuma manfaat-manfaat duniawi semata.

Bahkan manfaat ukhrawi sejatinya adalah manfaat yang lebih utama dan lebih besar. Seorang bisa jadi miskin papa, namun mati dalam keadaan bertauhid dan keadaan yang shalih, itulah kesuksesan yang besar. Sedangkan orang yang miskin, lalu bisa kaya raya, tapi mati dalam keadaan musyrik atau kafir. Ini adalah bencana. wal ‘iyyadzubillah.

Maka tidak berlebihan jika kita katakan, bahwa para da’i dan ulama lah orang paling banyak memberi manfaat pada umat.
Al Munawi rahimahullah menjelaskan hadits di atas:

خير الناس أنفعهم للناس بالإحسان إليهم بماله وجاهه فإنهم عباد الله وأحبهم إليه وأنفعهم لعياله أي أشرفهم عنده أكثرهم نفعا للناس بنعمة يسديها أو نقمة يزويها عنهم دينا أو دنيا ومنافع الدين أشرف قدرا

“sebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusia, yaitu berbuat kebaikan kepada manusia dengan harta dan kedudukannya. Karena mereka itu adalah hamba-hamba Allah. Dan yang paling dicintai diantara mereka, yang paling bermanfaat, yaitu yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia. Baik berupa nikmat yang mereka usahakan untuk manusia, ataupun berupa bencana yang mereka cegah dari manusia. Baik kebaikan agama maupun kebaikan dunia. Dan manfaat-manfaat agama itu lebih mulia kedudukannya” (Faidhul Qadhir, 3/481, Asy Syamilah).

Semoga Allah ta’ala merahmati para da’i illallah dimana pun berada.