Ahlussunnah meyakini adanya al busyra (kabar gembira) bagi orang-orang beriman ketika nyawa mereka dicabut. Al busyra atau al bisyarah adalah kabar gembira yang disampaikan Malaikat kepada ruh orang beriman ketika ia dicabut nyawanya.
Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ نزلا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Fushilat: 30-32).

Al busyra juga disampaikan kepada orang kafir. Namun berupa kabar tentang hukuman Allah yang akan dia dapatkan. Sebagaimana dalam hadits dari Ummul Mu’minin, Aisyah radhiallahu’anha, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَن أحبَّ لقاءَ اللَّهِ أحبَّ اللَّهُ لقاءَهُ ، ومَن كرِهَ لقاءَ اللَّهِ كرِهَ اللَّهُ لقاءَهُ زادَ عمرٌو في حديثِهِ ، فقيلَ : يا رسولَ اللَّهِ ، كَراهيةُ لقاءِ اللَّهِ كراهيةُ الموتِ ، كلُّنا نَكْرَهُ الموتَ ، قالَ : ذاكَ عندَ موتِهِ ، إذا بُشِّرَ برحمةِ اللَّهِ ومغفرتِهِ أحبَّ لقاءَ اللَّهِ وأحبَّ اللَّهُ لقاءَهُ ، وإذا بُشِّرَ بعذابِ اللَّهِ كرِهَ لقاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لقاءَهُ

“Barangsiapa yang senang berjumpa dengan Allah, Allah pun senang berjumpa dengannya. Barangsiapa yang tidak suka bertemu dengan Allah, maka Allah pun tidak suka bertemu dengannya”

Aisyah bertanya: “wahai Rasulullah, tentang orang yang tidak suka bertemu dengan Allah artinya dia tidak suka kematian? bukankah semua kita tidak suka kematian?”.

Rasulullah menjawab: “Yang aku maksud adalah keadaan seseorang ketika ia sakaratul maut. Karena ketika itu, seorang Mukmin diberi kabar gembira tentang rahmat Allah dan ampunan Allah untuknya, sehingga ia pasti suka untuk segera bertemu Allah, dan Allah pun ingin bertemu dengannya. Dan seorang kafir diberi kabar tentang azab Allah, sehingga ia pasti tidak suka untuk segera bertemu Allah, dan Allah pun tidak suka bertemu dengannya” (HR. An Nasa’i no. 1837, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i. Ashl hadits ini terdapat dalam Shahihain).

Al Barbahari rahimahullah mengatakan:

واعلم أن البشارة عند الموت ثلاث بشارات يقال أبشر يا حبيب الله برضى الله والجنة ويقال أبشر يا عبد الله بالجنة بعد الانتقام ويقال أبشر يا عدو الله بغضب الله والنار هذا قول ابن عباس

“Ketahuilah bahwa bisyarah (kabar gembira) ketika orang meninggal itu ada tiga: [1] Akan dikatakan kepadanya: bergembiralah dengan ridha Allah dan surga-Nya, wahai kekasih Allah [2] Akan dikatakan kepadanya: Bergembiralah dengan surga Allah kelak, setelah keburukanmu dibalas, wahai hamba Allah [3] Akan dikatakan kepadanya: Bergembiralah terhadap hukuman Allah dan neraka-Nya, wahai musuh Allah!”. Ini adalah perkataan Ibnu Abbas” (Syarhus Sunnah, matan ke 59).

Ada khilaf ulama, tentang kapan penyampaian al busyra oleh Malaikat menjadi 3 pendapat:

  1. Itu terjadi ketika sakaratul maut
  2. Itu terjadi di alam kubur
  3. Itu terjadi ketika hari kebangkitan dari kubur

Namun yang dirajihkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, al busyra terjadi ketika sakaratul maut sebagai zahir hadits Aisyah. Syaikhul Islam rahimahullah berkata:

وقد ذكروا أن هذا التنَزل عند الموت

“Para ulama mengatakan, turunnya Malaikat ini (untuk memberikan al busyra) terjadi ketika sakaratul maut” (Majmu’ Al Fatawa, 4/268).

Sungguh beruntung orang-orang beriman, ketika sakaratul maut ia sudah mendapat kabar dari Malaikat, bahwa kelak ia akan masuk ke surga Allah ta’ala.

Semoga kita termasuk golongan mereka yang mendapat kabar gembira. Amiin ya mujiibas saa’iliin.