Diantara hadits yang populer disebarkan oleh masyarakat adalah perkataan yang berbunyi:

اطلبوا العلمَ ولو بالصينِ

“Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri Cina”.

Hadits ini diklaim sebagai sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh dua sahabat:

1. Anas bin Malik radhiallahu’anhu

Riwayat dari Anas bin Malik ini dikomentari oleh Ibnu Hibban dalam kitab Al Majruhin (1/489) beliau mengatakan:

باطل لا أصل له

“Batil tidak ada asalnya”.

Al Uqaili mengatakan:

لا يحفظ (ولو بالصين) إلا عن أبي عاتكة وهو متروك الحديث وفريضة على كل مسلم الرواية فيها لين أيضا متقاربة في الضعف

“Lafadz “walaupun ke negeri Cina” tidak diriwayatkan kecuali dari Abu Atikah, padahal ia perawi yang matrukul hadits. Demikian juga lafadz “wajib bagi setiap Muslim”. Dalam riwayatnya terdapat kelemahan juga, yang kelemahannya ringan” (Adh Dhu’afa Al Kabir, 2/230).

Ibnu Adi mengatakan:

[فيه] أبو عاتكة عن أنس عامة ما يرويه عن أنس لا يتابعه عليه أحد من الثقات

“Dalam sanadnya terdapat Abu Atikah dari Anas. Riwayat Abu Atikah dari Anas secara umum tidak dikuatkan oleh satu orang perawi tsiqah pun” (Al Kamil fid Dhu’afa’, 5/188).

2. Abu Hurairah radhiallahu’anhu

Riwayat dari Abu Hurairah ini dikomentari oleh Ibnu Adi :

بهذا الإسناد باطل ، فيه أحمد الجويباري كان يضع الحديث

“Dengan sanad ini, haditsnya batil. Dalam sanadnya terdapat Ahmad Al Jawibari, ia suka memalsukan hadits” (Al Kamil fid Dhu’afa’, 1/292).

Maka kesimpulannya, haditsnya sama sekali tidak shahih bahkan termasuk hadits palsu. Al Baihaqi mengatakan:

متنه مشهور وأسانيده ضعيفة لا أعرف له إسنادا يثبت بمثله الحديث

“Matan hadits ini masyhur, namun sanad-sanadnya lemah dan aku tidak mengetahui satu sanad pun yang shahih dari hadits semisal ini” (Al Madkhal, 1/292).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:

ليس من كلام النبي صلى الله عليه وسلم

“Ini bukan perkataan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam” (Majmu’ Al Fatawa, 18/382).

Ibnul Jauzi memasukkan hadits ini dalam kitab beliau Al Maudhu’at (1/347). Al Albani dalam As Silsilah Al Ahadits Adh Dha’ifah (no. 416) menyatakan bahwa hadits ini adalah HADITS PALSU.

Memang benar As Suyuthi menganggap hadits ini adalah hadits yang hasan, namun ini adalah kekeliruan. Dan As Suyuthi dikenal terlalu bermudah-mudah dalam menshahihkan hadits atau menghasankannya dengan sekedar adanya beberapa jalan. Syaikh Abdul Aziz Ath Tharifi mengatakan:

السيوطي رحمه الله من الأئمة المحققين إلا أنه متساهل في تصحيح الأخبار بكثرة الطرق، حتى وإن كانت شديدة الضعف، ومن تأمل كتبه علم ذلك منه (رحمه الله)، وقد توسع في تقوية الاحاديث بالشواهد والمتابعات، ويقوي أحاديث لم يسبقه إلى تقويتها أحد من الحفاظ المعتبرين

“As Suyuthi rahimahullah termasuk ulama muhaqqiq. Namun beliau terlalu bermudah-mudah dalam menshahihkan hadits dengan alasan banyaknya jalan. Sampai-sampai hadits yang sangat lemah sekalipun! Orang yang menelaah kitab-kitab beliau akan mengetahui hal ini. Beliau terlalu berlonggar-longgar dalam menguatkan hadits-hadits dengan syawahid dan mutaba’at. Serta beliau menguatkan hadits-hadits dengan metode yang tidak pernah didahului oleh para huffadz yang dikenal”.

Kesimpulannya, hadits “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri cina” adalah HADITS PALSU tidak boleh disebarkan dan dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Wallahu a’lam.