Sufyan Ats Tsauri rahimahullah mengatakan:

مَنْ أَصْغَى بِسَمْعِهِ إِلَى صَاحِبِ بِدْعَةٍ، وَهُوَ يَعْلَمُ، خَرَجَ مِنْ عِصمَةِ اللهِ، وَوُكِلَ إِلَى نَفْسِهِ

Barangsiapa yang sengaja mendengarkan perkataan ahlul bid’ah, padahal dia tahu orang tersebut ahlul bid’ah, maka ia keluar dari penjagaan Allah dan menjaga dirinya sendiri“.

Beliau rahimahullah juga berkata:

مَنْ سَمِعَ بِبِدْعَةٍ، فَلاَ يَحْكِهَا لِجُلَسَائِهِ، لاَ يُلقِهَا فِي قُلُوْبِهِم

Siapa yang mendengarkan kebid’ahan maka janganlah ia ceritakan pada teman duduknya, agar kebid’ahan tidak masuk ke hati-hati mereka“.

Imam Adz Dzahabi rahimahullah mengomentari perkataan beliau dengan mengatakan:

قُلْتُ: أَكْثَرُ أَئِمَّةِ السَّلَفِ عَلَى هَذَا التَّحذِيرِ، يَرَوْنَ أَنَّ القُلُوْبَ ضَعِيْفَةٌ، وَالشُّبَهُ خَطَّافَةٌ.

Saya katakan, demikianlah sikap kebanyakan para imam besar ulama salaf dalam mentahdzir ahlul bid’ah. Karena mereka memandang hati itu lemah, sedangkan syubhat menyambar-nyambar” (Siyar A’lamin Nubala, 7/261).

Perlu diketahui kebid’ahan bukan hanya bid’ah amaliyyah yang berupa amalan seperti shalat yang bid’ah, puasa yang bid’ah, dzikir yang bid’ah dan semisalnya.

Namun ada juga bid’ah i’tiqadiyyah yang berupa keyakinan yang bid’ah, yang tidak pernah diyakini oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya.

Seperti keyakinan bahwa Allah dimana-mana, Allah tidak di atas ‘Arsy, ta’wil ayat-ayat shifat, alam kubur itu tidak ada, mizan dan shirath itu tidak ada, adanya bid’ah hasanah dalam agama, dll. Dan ini lebih bahaya dari bid’ah amaliyyah. Maka renungkanlah nasehat imam Sufyan Ats Tsauri di atas.

Semoga Allah memberi taufik.