Ternyata sangat mengerikan akibat bagi wanita yang tidak menutup aurat dan tidak berhijab syar’i. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

صِنفان من أهل النار لم أرهما: قومٌ معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس، ونساء كاسيات عاريات، مميلات مائلات، رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة، لا يدخُلْن الجنة، ولا يجدن ريحها، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا

Ada dua golongan penduduk neraka yang aku belum pernah melihatnya sebelumnya: Pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka menggunakannya untuk mencambuk orang-orang. Kedua, wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka berlenggak-lenggok, kepalanya seperti punuk unta. Mereka tidak masuk surga, dan tidak mencium wanginya, padahal wangi surga tercium dari jarak sekian dan sekian” (HR. Muslim no. 2128).

Adapun mengenai kelompok pertama, dijelaskan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah:

الْإِشَارَة بأصحاب السِّيَاط يشبه أَن يكون للظلمة من أَصْحَاب الشَّرْط

“Makna dari pemilik cambuk adalah penegak hukum yang zalim” (Kasyful Musykil min Haditsi Shahihain, 3/567).

Termasuk di dalamnya para pejabat, hakim, polisi, tentara yang zalim, dan tidak menegakkan kebenaran.

Sedangkan kelompok kedua, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

قد فُسِّر قوله ” كاسيات عاريات ” : بأنهن يلبسن ألبسة قصيرة ، لا تستر ما يجب ستره من العورة ، وفسر : بأنهن يلبسن ألبسة خفيفة لا تمنع من رؤية ما وراءها من بشرة المرأة ، وفسرت : بأن يلبسن ملابس ضيقة ، فهي ساترة عن الرؤية لكنها مبدية لمفاتن المرأة

“Wanita yang [berpakaian tapi telanjang], ditafsirkan para ulama maknanya mereka menggunakan pakaian yang pendek, yang tidak menutup aurat yang wajib untuk ditutup. Sebagian ulama menafsirkan: mereka menggunakan pakaian yang tipis, sehingga tidak menghalangi terlihatnya warna kulit mereka. Sebagian ulama menafsirkan: mereka menggunakan pakaian yang sempit, pakaiannya menutupi aurat namun masih menampakkan keindahan-keindahan wanita” (Fatawa Syaikh Ibnu Al Utsaimin, 2/825).

Maka wajib bagi Muslimah untuk menggunakan hijab yang syar’i di depan lelaki non mahram. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengancam wanita yang berhijab, namun hijabnya tidak syar’i. Lebih lagi wanita yang tidak berhijab. Dikhawatirkan mereka tidak bisa mencium bau surga.

Syarat-syarat hijab Muslimah yang syar’i adalah sebagai berikut:

1- استيعاب جميع البدن إلا ما استثني. 2- أن لا يكون زينة في نفسه. 3- أن يكون صفيقاً لا يشف. 4- أن يكون فضفاضاً غيرضيق فيصف شيئاً من جسمه. 5- أن لا يكون مبخراً مطيباً. 6- أن لا يشبه لباس الرجل. 7- أن لا يشبه لباس الكافرات. 8- أن لا يكون لباس شهرة

(1) Menutupi seluruh tubuh kecuali yang tidak wajib ditutupi
(2) Tidak berfungsi sebagai perhiasan
(3) Kainnya tebal tidak tipis
(4) Lebar tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh
(5) Tidak diberi pewangi atau parfum
(6) Tidak menyerupai pakaian lelaki
(7) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
(8) Bukan merupakan libas syuhrah (pakaian yang menarik perhatian orang-orang)”
(Al Ikhtiyarat Al Fiqhiyyah Lil Imam Al Albani, 394).

Semoga Allah memberi taufiq.