Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah membantah paham bahwa semua agama sama, atau pemahaman bahwa yang penting beriman kepada Allah dan para Nabi serta Rasul, maka sudah baik dan akan selamat di akhirat.

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلا كان من أهل النار

Tidaklah seseorang dari umat ini baik dari kalangan Yahudi maupun Nasrani yang mendengar ajaranku kemudian mati dalam keadaan tidak beriman kepada ajaran yang aku bawa, kecuali ia menjadi penghuni neraka” (HR. Muslim).

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam pernah melihat lembaran Taurat di tangan Umar bin Khattab radhiallahu’anhu, lalu beliau bersabda:

أمتهوكون يا ابن الخطاب؟ لقد جئتكم بها بيضاء نقية، لو كان موسى حيا واتبعتموه وتركتموني ضللتم

Apakah engkau termasuk orang yang bingung wahai Ibnul Khathab? sungguh aku datang kepada kalian dengan membawa ajaran yang putih bersih. andaikan Musa hidup saat ini, lalu kalian mengikuti syariat Nabi Musa dan meninggalkan syariatku, maka kalian akan tersesat

dalam riwayat lain:

لو كان موسى حياً ما وسعه إلا اتباعي

andaikan Musa hidup saat ini, tidak ada kelonggaran baginya kecuali mengikuti syariatku

Maka Umar bin Khathab pun mengatakan:

رضيت بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد نبياً

aku telah ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku” (HR. An Nasa-i, dihasankan Al Albani dalam Shahih Al Jami’, no. 5308).

Maka waspada terhadap paham pluralisme yang berkeyakinan semua agama sama, yang membahayakan akidah kaum Muslimin.

Sekarang mereka sedang mendapat angin segar. Maka wajib kita serukan keluarga dan orang-orang sekitar kita agar menjauhkan diri dari para penyerunya.

Allahul musta’an wa ilaihi at tuklan