Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sangat membenci kesyirikan, bahkan terkadang beliau bersikap keras untuk mengingkarinya. Perhatikan hadits berikut:

عن عقبة بن عامر الجهني أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أقبل إليه رهط فبايع تسعة وأمسك عن واحد فقالوا : يا رسول الله بايعتَ تسعة وتركت هذا ، قال : إن عليه تميمة ، فأدخل يده فقطعها فبايعه وقال : من علق تميمة فقد أشرك

Dari Uqbah bin Amir Al Juhani, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam didatangi oleh sejumlah orang. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam membai’at 9 orang, kemudian tidak membai’at satu orang. Maka para sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, anda membai’at 9 orang namun meninggalkan satu orang ini”.

Nabi bersabda: “ia memakai jimat“. Kemudian beliau memasukkan tangannya untuk memutuskan jimat tersebut, lalu membai’atnya. Kemudian Nabi bersabda: “barangsiapa yang memakai jimat, ia telah berbuat kesyirikan” (HR. Ahmad no. 16969, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 492).

Faedah dari hadits ini:

  1. Ketika melihat kesyirikan, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutnya syirik. Padahal beliau adalah orang yang paling lembut, paling baik akhlaknya dan paling hikmah dakwahnya.
  2. Maka ketika kita melihat kesyirikan, tidak mengapa kita sampaikan bahwa itu syirik. Tentunya dengan cara yang baik dan hikmah.
  3. Menyebut suatu perbuatan sebagai kesyirikan, bukan berarti mengkafirkan pelakunya.
  4. Pemakai jimat dalam hadits ini tidak menyanggah Nabi: “wahai Nabi jangan anda men-judge saya” atau “wahai Nabi, menurut saya ini tidak syirik, apakah anda merasa paling benar?”.
  5. Para sahabat juga tidak ada yang berkata, “wahai Nabi, jangan judge dia…”, “wahai Nabi jangan engkau kafirkan dia…”, atau semisalnya. Sebagaimana yang dikatakan sebagian orang zaman sekarang ketika ada yang menjelaskan perbuatan-perbuatan kesyirikan.
  6. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sangat benci kepada kesyirikan. Beliau tidak mendukung sama sekali. Bahkan tidak memberikan celah sama sekali pada kesyirikan. Maka orang-orang yang mendukung kesyirikan dan membuka kemungkinan dan celah-celah pada perbuatan kesyirikan, kalian mengikuti siapa?

Wallahu a’lam.