Tidak boleh jadi dukun, atau meminta tolong pada dukun, mempercayainya atau bahkan sekedar mendatanginya.

Dari Imran bin Hushain radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ليس منا من تطيَّر أو تُطُيِّرَ له ، أو تَكهَّنَ أو تُكُهِّن له ، أو سَحَر أو سُحِرَ لهُ ، ومن عقدَ عقدةً ، أو قال : عقدَ عقدةً ، ومن أتى كاهنًا فصدَّقه بما يقول فقد كفر بما أُنزلَ على محمدٍ

Bukan bagian dari kami orang yang melakukan tathayyur atau orang yang meminta dilakukan tathayyur untuknya, juga melakukan perdukunan atau minta tolong pada dukun, atau oarng yang melakukan sihir atau minta tolong pada tukang sihir, dan orang yang memakai jimat”. Atau beliau bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi dukun kemudian ia membenarkan perkataannya, maka ia telah kufur pada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Al Bazzar no. 3578, dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [6/311]).

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

Barangsiapa yang mendatangi dukun atau mendatangi tukang ramal, kemudian ia membenarkannya, maka ia telah kufur pada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad” (HR. Ahmad no. 9536, Abu Daud no. 3904, Tirmidzi no. 135, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 5939).

Dari Mu’awiyah bin Hakam radhiallahu’anhu, ia mengatakan:

إن منّا رجالاً يأتون الكهان قال صلى الله عليه وسلم: “فلا تأتهم”

Diantara kami ada beberapa orang yang mendatangi dukun, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Janganlah kalian datangi mereka (para dukun)!‘” (HR. Muslim no. 537).

Wallahu a’lam.

Advertisements