Pertanyaan:

Apa makna hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: “…wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” dan seterusnya?

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjawab:

Simak haditsnya:

صنفان من أهل النار لم أرهما بعد: رجال بأيديهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat sama sekali: yang pertama, orang-orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi, mereka gunakan itu untuk mencambuki orang lain

Para ulama menjelaskan, mereka adalah para polisi atau yang semisalnya yang berbuat zalim. Polisi yang zalim. Kemudian Nabi melanjutkan:

ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها، وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا

Dan wanita yang berpakaian namun telanjang, mereka berjalan miring dan berlenggak-lenggok seperti punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya walaupun baunya tercium dari jarak sekian dan sekian” (HR. Muslim no. 2128).

Yang dimaksud dengan kasiyaat ‘aariyaat (wanita yang berpakaian namun telanjang), sebagaimana dijelaskan para ulama ketika menafsirkan hadits ini, adalah mereka memakai hal-hal yang merupakan nikmat Allah, namun telanjang (baca: enggan) dalam bersyukur kepada Allah. Ini salah satu tafsirnya.

Sebagian ulama yang lain mengatakan makna “wanita yang berpakaian namun telanjang” adalah mereka memakai pakaian yang tipis yang tidak menutupi kulit, sehingga mereka semakna dengan telanjang.

Sebagian ulama juga menafsirkan bahwa maknanya mereka menggunakan busana yang mini, yang tidak menutupi aurat. Seperti pakaian wanita yang hanya sampai selutut atau sepaha, atau sebetis, dan tidak menutupi kepalanya. Maka ini semua pakaian yang semakna dengan telanjang. Maka tidak termasuk pakaian yang cukup untuk menutupi aurat, kecuali jika menutupi seluruh bagian tubuh wanita.

Kesimpulannya,”wanita yang berpakaian namun telanjang” di sini adalah wanita yang menggunakan pakaian yang tidak menutupi auratnya dengan sempurna. Baik karena tipis, atau karena ketat, wal’iyyadzubillah, hingga terlihatlah lekukan-lekukan bagian aurat si wanita tersebut. Maka yang seperti ini walaupun dinamakan sebagai pakaian, ia hakikatnya telanjang.

Adapun makna “maa-ilaat mumiilaat” (miring dan berlenggak-lenggok), yaitu mereka menyimpang dari iffah (kehormatan) dan tidak berjalan lurus di jalan istiqamah sehingga berpaling pada jalan maksiat dan kemungkaran. Intinya, mereka menyimpang dari istiqamah dan iffah serta kesabaran dalam menjalankan apa yang diwajibkan atas mereka. Dan mereka beralih pada perkara yang diharamkan Allah, baik berupa zina, maksiat, dan hal-hal yang membuat mereka dianggap buruk.

Dan diantara makna mumiilaat juga, mereka membuat para wanita lain ikut menyimpang. Mereka mengajak kepada kerusakan dan menampakkan kerusakan serta memotivasi para wanita untuk berbuat kerusakan.

Nas-alullah al afiyah.

***

Sumber: http://bit.ly/2xvJluR

Advertisements