Doa berbuka puasa yang shahih: “dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah” nampaknya masih asing di telinga masyarakat kita yang mereka mayoritasnya menisbatkan diri kepada Madzhab Syafi’i.

Padahal ulama Madzhab Syafi’i tidak asing dengan doa tersebut dan menganjurkannya dalam kitab-kitab mereka.

Al Mawardi Asy Syafi’i dalam kitab Al Iqna memiliki salah satu judul bab:

بَاب مَا يسْتَحبّ فِي الصّيام يسْتَحبّ للصَّائِم تَعْجِيل فطره على تمر أَو مَاء وَتَأْخِير سحوره مَا لم يخْش طُلُوع الْفجْر ويختار أَن يفْطر مَعَه من امكنه من الصوام وَليكن فطوره من أطيب كَسبه وَأَن يَقُول يعند فَرَاغه من الطَّعَام مَا روى عَن رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أَنه كَانَ يَقُوله بعد فطره ((ذهب الظمأ وابتلت الْعُرُوق وَثَبت الْأجر إِن شَاءَ الله))

“Bab diantara yang disunnahkan dalam puasa adalah menyegerakan berbuka dengan kurma atau air putih, dan disunnahkan mengakhirkan sahur selama tidak khawatir terbitnya fajar, disunnahkan juga berbuka bersama dengan orang-orang yang berpuasa sebisa mungkin, disunnahkan juga makanan berbukanya berasal dari penghasilannya yang paling baik, dan disunnahkan ketika selesai makan untuk membaca doa yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau setelah berbuka membaca doa: dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah (telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insya Allah)” (Al Iqna’, 1/80).

An Nawawi mengatakan:

المصنف وسائر الاصحاب يستحب ان يدعوا عِنْدَ إفْطَارِهِ اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَفِي سُنَنِ أَبِي دَاوُد وَالنَّسَائِيِّ عَنْ ابْنِ عُمَرَ ” كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إنْ شَاءَ اللَّهُ

“Penulis (Al Muhadzab) dan para ulama Syafi’iyyah yang lain menganjurkan berdoa ketika berbuka puasa dengan doa: “Allahumma laka shumtu wa’ala rizqika afthartu (Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezki-Mu aku berbuka)”, dan dalam Sunan Abi Daud dan Sunan An Nasa’i dari Ibnu Umar, ia berkata: “biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam jika berbuka beliau berdoa: dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah (telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insya Allah)” (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzab, 6/363).

Oleh karena itu mari kita lestarikan dan sebarkan sunnah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang mulai asing di tengah masyarakat ini. Kenalkan doa yang shahih ini kepada keluarga, kerabat dan teman-teman. Semoga berbuat pahala.

Advertisements