Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لاَ بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

Dan barang siapa berdoa kepada selain Allah bersamaan dengan berdoa kepada Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya hisabnya di sisi Rabb-nya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung” (QS. Al Mu’minun: 117).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:

أن الله سبحانه وتعالى بين أن من يدعو مع الله إله آخر فإنه كافر لأنه قال: {إِنَّهُ لا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

“Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa orang yang berdoa kepada selain ia juga berdoa kepada Allah, maka ia kafir, karena Allah berfirman (yang artinya): ‘Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung‘”.

Beliau juga menjelaskan:

فمن دعا غير الله عز وجل بشيء لا يقدر عليه إلا الله فهو مشرك كافر سواء كان المدعو حياً أو ميتاً

“Maka barangsiapa yang berdoa kepada selain Allah Azza wa Jalla untuk meminta sesuatu yang tidak dimampui kecuali oleh Allah, maka ia musyrik dan kafir, maka yang ditujukan doa tersebut sudah mati maupun masih hidup”

(Syarah Tsalatsatil Ushul, hal 55-57).

Maka tidak boleh berdoa meminta jodoh, meminta rezeki, naik jabatan, lulus ujian, lolos pilkada, usaha lancar, dagangan laris, dan semisalnya kepada selain Allah, karena ini merupakan perbuatan kesyirikan.

Wallahu a’lam.

Advertisements