Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Setiap detik di sana begitu berarti bagi akhirat kita. Kesempatan emas yang belum tentu kita bisa temui kembali.

Namun ada suatu dilema bagi saudara kita para pengusaha kuliner. Sebagaimana kita ketahui bahwa siang hari puasa tidak diperbolehkan makan dan minum, maka tidak dibenarkan juga berjualan makan dan minuman ketika itu. Maka para pengusaha kuliner tentunya akan berpikir untuk membuka lapak mereka di malam hari agar usaha tetap berjalan. Namun dengan melakukan demikian, banyak diantara mereka yang melalaikan satu hal penting di bulan Ramadhan: shalat tarawih.

Padahal Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من قام رمضانَ إيمانًا واحتسابًا ، غُفِرَ له ما تقدَّم من ذنبِه

Orang yang shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Muslim no. 759).

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

إنَّهُ من قامَ معَ الإمامِ حتَّى ينصرِفَ كُتِبَ لَه قيامُ ليلةٍ

Orang yang shalat tarawih bersama imam sampai selesai, ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk” (HR. Tirmidzi no. 806, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Tirmidzi).

Begitu istimewanya shalat tarawih, maka sangat rugi sekali jika dilewatkan oleh orang-orang yang sangat butuh bekal akhirat dan butuh ampunan Allah.

Apakah ia akan ditinggalkan demi untuk mencari rupiah? Allah Ta’ala berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Bahkan kalian mengutamakan kehidupan dunia. Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal” (QS. Al-A’la: 16-17).

Solusinya:

  1. Buka lapak kuliner sebelum berbuka sampai sesudah berbuka, setelah itu shalat tarawih
  2. Buka lapak kuliner setelah shalat tarawih
  3. Buka lapak kuliner di waktu sahur
  4. Genjot penjualan sebelum Ramadhan untuk bekal biaya hidup di bulan Ramadhan
  5. Rezeki dari Allah mintalah dan bergantunglah kepada Allah

Semoga Allah memberi taufik dan kemudahan rezeki untuk kita semua.

Advertisements