Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ركعتا الفجر خير من الدنيا وما فيها

Dua rakaat shalat fajar (qabliyah shubuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Muslim no. 725).

Yang dimaksud dua rakaat shalat fajar dalam hadits ini adalah dua rakaat qabliyah shubuh. An Nasa’i dalam Sunan-nya membawakan hadits ini dalam bab:

المحافظة على الركعتين قبل الفجر

“Merutinkan dua rakaat sebelum fajar (shubuh)”.

Juga bisa dilihat dari riwayat lain, dari Aisyah radhiallahu’anha, beliau berkata:

لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم على شيء من النوافل أشد منه تعاهداً على ركعتي الفجر

tidak ada ibadah sunnah yang paling Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jaga (rutinkan) selain dua rakaat fajar” (HR. Bukhari no. 1163)

Dalam lafadz Muslim:

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ لم يكن على شيءٍ من النَّوافلِ ، أشدَّ معاهدةً منه ، على ركعتَينِ قبلَ الصبحِ

tidak ada ibadah sunnah yang paling Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jaga (rutinkan) selain dua rakaat sebelum shubuh” (HR. Muslim no. 724).

Jika dua lafadz tersebut kita kompromikan maka kita ketahui bahwasanya dua rakaat fajar adalah shalat qabliyah subuh,

Dua rakaat qabliyah shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya

Mengapa bisa demikian? Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsamin menjelaskan:

الدنيا منذ خلقت إلى قيام الساعة بما فيها من كل الزخارف من ذهب متاع وقصور وغير ذلك، هاتان الركعتان خير من الدنيا وما فيها؛ لأن هاتين الركعتين باقيتان والدنيا زائلة

“Dunia sejak diciptakan hingga hari kiamat dengan segala perhiasannya di dalamnya, baik itu berupa emas, perhiasan, istana dan yang lainnya, masih lebih baik dua rakaat shalat fajar dari pada dunia seisinya. Karena dua rakaat fajar ini (pahalanya) terus ada (tercatat dalam catatan amal) sedangkan dunia pasti hancur” (Syarhul Mumthi‘, 4/70).

Demikian juga Syah Waliyullah Ad Dahlawi mengatakan:

إنما كانتا خيرا منها ؛ لأن الدنيا فانية ونعيمها لا يخلو عن كدر النصب والتعب ، وثوابهما باق غير كدر

“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya karena dunia dan kenikmatannya itu fana, tidak lepas dari luntur dan lelah. Sedangkan pahala shalat sunnah fajar lebih kekal, tidak luntur” (dinukil dari Tuhfatul Ahwadzi, 1/388).

Dan Allah Ta’ala berfirman:

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Dan akhirat itu lebih baik serta lebih kekal” (QS. Al A’laa: 17).

Demikian ulasan singkat ini. Semoga kita diberi hidayah dan pertolongan oleh Allah agar bisa merutinkan dua rakaat sebelum shubuh.

Iklan