Pertanyaan;

Apakah perceraian itu adalah musibah yang menjadi ujian dari Allah bagi hamba-Nya? Yang dapat menghapus kesalahan-kesalahannya dan mengampuni dosa-dosanya?

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjawab:

نعم، من المصائب لا شك أنها من المصائب

Ya benar, itu merupakan bentuk musibah. Tidak diragukan lagi itu adalah musibah.

فالمرأة تطلق من زوج صالح، مصيبة لكن تسأل ربها أن يعوضها الخير

Maka seorang wanita dicerai oleh lelaki yang shalih, ini adalah musibah. Namun hendaknya ia berdoa kepada Allah meminta pengganti yang lebih baik.

يقول الله سبحانه: وَإِن يَتَفَرَّقَا يُغْنِ اللّهُ كُلاًّ مِّن سَعَتِهِ وَكَانَ اللّهُ وَاسِعًا حَكِيمًا (130) سورة النساء

Allah Subhanahu berfirman (yang artinya): “Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya. Dan adalah Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Bijaksana” (QS. An Nisa: 130).

أما طلاقها من زوج فاسق، أو زوج يضرها، فهي نعمة من الله

Adapun jika ia diceraikan oleh suami yang fasiq (suka bermaksiat), atau suami yang berbahaya baginya, maka itu adalah nikmat dari Allah.

مو بمصيبة نعمة من الله

Maka ketika itu merupakan nikmat di balik musibah.

لكن طلاقها من زوج طيب، من زوج يعينها على خير لا شك أنها مصيبة

Namun jika yang menceraikannya adalah lelaki baik, lelaki memberikan manfaat kebaikan padanya, maka tidak ragu lagi ini adalah musibah.

***

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/noor/3745