Sebentar lagi Ramadhan akan tiba. Tamu yang mulia yang memiliki banyak keutamaan. Semoga dengan mengetahuinya keutamaan-keutamaan tersebut menjadi cambuk bagi diri kita untuk dapat meraup kebaikan dari bulan Ramadhan sebanyak-banyak dan tidak lalai.

Bulan yang penuh berkah

Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أتاكم شهرُ رمضانَ ، شهرٌ مبارَكٌ ، فرض اللهُ عليكم صيامَه ، تفتحُ فيه أبوابُ الجنَّةِ ، و تُغلَق فيه أبوابُ الجحيم ، وتُغَلُّ فيه مَرَدَةُ الشياطينِ ، وفيه ليلةٌ هي خيرٌ من ألف شهرٍ ، من حُرِمَ خيرَها فقد حُرِمَ

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan puasa kepada kalian di dalamnya, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan dibelenggu para setan yang durhaka. di dalamnya terdapat bulan yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa terhalangi dari kebaikan Ramadhan, maka ia telah terhalangi (dari kebaikan)” (HR. An-Nasa’i no. 2105. dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Keberkahan artinya kebaikan yang terus bertambah dan langgeng. An Nawawi mengatakan:

وَأَصْلُ الْبَرَكَةِ الزِّيَادَةُ وَثُبُوتُ الْخَيْرِ وَالْإِمْتَاعِ به

“Makna dari berkah adalah bertambahnya kebaikan dan langgengnya, serta bisa menikmati kebaikan tersebut” (Syarah Shahih Muslim lin Nawawi, 13/206).

Bulan diturunkannya Al Qur’an

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (QS.  Al Baqarah: 185).

Ayat ini adalah dalil bahwa Al Qur’an pertama kali diturunkan di bulan Ramadhan. Sebagaimana ayat lain:

إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya kami turunkan ia (Al Qur’an) di malam lailatul qadr” (QS. Al Qadr: 1).

Juga firman Allah Ta’ala:

إِنَّا أَنزلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ

Sesungguhnya kami turunkan ia (Al Qur’an) di malam yang penuh keberkahan” (QS. Ad Dukhan: 3)

Imam Ibnu Katsir memaparkan, “Allah Ta’ala memuji bulan Ramadhan diantara bulan-bulan lainnya. Yaitu dengan memilihnya sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an Al Azhim” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/501)

Bahkan selain Al Qur’an, Ramadhan juga adalah bulan diturunkannya kitab-kitab Allah sebelumnya. Imam Ibnu Katsir membawakan dalil akan hal ini, yaitu sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

أُنْزِلَتْ صُحُف إِبْرَاهِيمَ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ وَأَنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لسِتٍّ مَضَين مِنْ رَمَضَانَ، وَالْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشَرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ وَأَنْزَلَ اللَّهُ الْقُرْآنَ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

Shuhuf Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari ke malam ke 7 bulan Ramadhan. Injil diturunkan pada malam ke-14 Ramadhan. Sedangkan Al Qur’an diturunkan pada malam ke-25 bulan Ramadhan” (dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 1575)

Imam Ath Thabari membawakan riwayat-riwayat yang menyatakan bahwa maksud dari ‘kami turunkan ia (Al Qur’an) di malam lailatul qadr‘ adalah: Al Qur’an diturunkan di malam lailatul qadar dari lauhul mahfudz ke langit dunia. Sebagaimana riwayat dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu’anhu :

أنزل القرآنُ كله جملةً واحدةً في ليلة القدر في رمضان، إلى السماء الدنيا، فكان الله إذا أراد أن يحدث في الأرض شَيئًا أنزله منه، حتى جمعه

“Al Qur’an diturunkan sekaligus di malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan, ke langit dunia. Lalu setelah itu jika Allah ingin memfirmankan sesuatu ke dunia, ia (Al Qur’an) diturunkan dari langit dunia (bagian demi bagian) hingga akhirnya dikumpulkan” (Tafsir Ath Thabari, no. 2818)

Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu juga berkata:

أنزل الله القرآن إلى السماء الدنيا في ليلة القدر، فكان الله إذا أراد أن يُوحِيَ منه شيئًا أوحاه

“Allah menurunkan Al Qur’an ke langit dunia di malam lailatul qadar. Lalu setelah itu jika Allah ingin memfirmankan sesuatu, Ia mewahyukannya” (Tafsir Ath Thabari, no. 2816)

Bulan dilaksanakannya ibadah yang agung yaitu puasa

Allah Ta’ala berfirman:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur” (QS.  Al Baqarah: 185).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

أتاكم شهرُ رمضانَ ، شهرٌ مبارَكٌ ، فرض اللهُ عليكم صيامَه

Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan puasa kepada kalian di dalamnya…” (HR. An-Nasa’i no. 2105. dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Dan ibadah puasa adalah ibadah yang tidak samar lagi bahwa ia adalah ibadah yang agung dan merupakan salah satu dari rukun Islam.

Terdapat Lailatul Qadar

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

وفيه ليلةٌ هي خيرٌ من ألف شهرٍ

“…di dalamnya (Ramadhan) terdapat bulan yang lebih baik dari seribu bulan …” (HR. An-Nasa’i no. 2105. dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i).

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhari no. 2020, Muslim no. 1169).

Dan malam Lailatul Qadar ini tidak terkira keutamaannya. Allah Ta’ala berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Lailatul Qadr lebih baik dari seribu bulan. Malaikat dan Ar Ruh (Jibril) turun di malam itu dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Keselamatan diberikan pada malam itu hingga terbit fajar” (QS. Al Qadr: 3-5).

Terdapat ampunan dosa-dosa

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الصَّلواتُ الخمسُ والجمُعةُ إلى الجمعةِ ورمضانُ إلى رمضانَ مُكفِّراتٌ ما بينَهنَّ إذا اجتنَبَ الْكبائرَ

Shalat lima waktu, dan dari Jum’at hingga Jum’at selanjutnya, dan dari Ramadhan dan Ramadhan selanjutnya, menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, jika dijauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim no. 233).

Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا جاء رمضان فتحت أبواب الجنة ، وغلقت أبواب النار ، وصفدت الشياطين

“Jika datang bulan Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari no.3277, Muslim no. 1079)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ، وَمَرَدَةُ الجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَيُنَادِي مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ، وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Pada awal malam bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin jahat dibelenggu, pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Pintu surga dibuka, tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Kemudian Allah menyeru: ‘wahai penggemar kebaikan, rauplah sebanyak mungkin, wahai penggemar keburukan, tahanlah dirimu’. Allah pun memberikan pembebasan dari neraka bagi hamba-Nya. Dan itu terjadi setiap malam” (HR. Tirmidzi 682, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Ibnu Bathal menjelaskan makna pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup ada dua makna:

فتح أبواب الجنة على ظاهر الحديث. والثانى: على المجاز، ويكون المعنى فى فتح أبواب الجنة ما فتح الله على العياد فيه من الأعمال المستوجب بها الجنة من الصلاة والصيام وتلاوة القر آن، وأن الطريق إلى الجنة فى رمضان أسهل والأعمال فيه أٍرع إلى القبول

“Pertama, dibuka pintu-pintu surga sesuai zhahir hadits. Dan makna yang kedua, dibukanya pintu-pintu surga berupa dibukanya kesempatan untuk memasukinya, yaitu berupa amalan-amalan yang bisa menjadi sebab masuk surga semisal shalat, puasa, dan tilawah Al Qur’an. Dan bahwasanya jalan menuju surga di bulan Ramadhan lebih dipermudah dan amalan-amalan kebaikan di dalamnya lebih besar kemungkinan diterimanya” (Syarah Shahih Bukhari libni Bathal, 4/20).

Terdapat pembebasan dari api neraka

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ للهِ في كلِّ يومٍ وليلةٍ عُتَقاءَ مِنَ النَّارِ في شهرِ رمضانَ وإنَّ لكلِّ مسلمٍ دَعوةً يدعو بها فيُسْتجابُ له

sesungguhnya di setiap hari dan malam bulan Ramadhan dari Allah ada pembebasan dari api neraka. dan bagi setiap Muslim ada doa yang jika ia berdoa dengannya maka akan diijabah” (HR. Ahmad 2/254, Al Bazzar 3142, Al Haitsami berkata: “semua perawinya tsiqah”).

Dari hadits ini kita bisa pahami bahwa pembebasan dari api neraka dijanjikan oleh Allah ada pada setiap hari bulan Ramadhan, bukan hanya pada sepertiga akhir Ramadhan sebagaimana diyakini sebagian orang yang didasari oleh hadits yang mungkar.

Dikabulkannya doa-doa

Bulan Ramadhan secara umum adalah bulan dikabulkannya doa-doa. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ للهِ في كلِّ يومٍ وليلةٍ عُتَقاءَ مِنَ النَّارِ في شهرِ رمضانَ وإنَّ لكلِّ مسلمٍ دَعوةً يدعو بها فيُسْتجابُ له

sesungguhnya di setiap hari dan malam bulan Ramadhan dari Allah ada pembebasan dari api neraka. dan bagi setiap Muslim ada doa yang jika ia berdoa dengannya maka akan diijabah” (HR. Ahmad 2/254, Al Bazzar 3142, Al Haitsami berkata: “semua perawinya tsiqah”).

Selain itu juga orang yang berpuasa Ramadhan, doanya diijabahkan oleh Allah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa hingga ia berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi).

Semoga kita bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan dan meraup kebaikan sebanyak-banyaknya dari bulan Ramadhan. Karena orang yang menjumpai Ramadhan namun tidak sukses mendapatkan ampunan Allah itu sangat keterlaluan lalainya dan akan Allah tambah adzabnya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ جِبْرِيلَ آتَانِي فَقَالَ : مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغَفَرْ لَهُ فَدَخَلَ النَّارَ فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ ، قُلْ آمِينَ فَقُلْتُ : آمِينَ

Sesungguhnya Jibril menemuiku lalu berkata: barangsiapa berjumpa dengan bulan Ramadhan namun tidak diampuni dosa-dosanya, sehingga ia masuk neraka, maka Allah akan jauhkan lagi ia (ditambah adzabnya), katakanlah ‘Amiin’. Maka akupun berkata: Amiin” (HR. Ibnu Hibban no. 907, dishahikan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 75).

Wabillahi at taufiq was sadaad.

Advertisements