Pertanyaan:

Apa hukum shalat jenazah beberapa gelombang? Dan apa dalilnya?

Syaikh Abdurrahman bin Abdillah Al ‘Ajlan menjawab:

Dibolehkan shalat jenazah beberapa gelombang. Yaitu semisal jenazah dishalatkan di masjid, lalu setelah itu datang lagi orang-orang ke masjid atau di kuburan, lalu mereka menshalatkan. Dalilnya perbuatan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau pernah menshalatkan jenazah orang yang biasa membersihkan masjid setelah ia di makamkan di kuburannya, padahal ia sudah dishalatkan sebelumnya.

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/5661

***

Hadits yang beliau maksudkan adalah sebagai berikut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata:

أنَّ رجلًا أسوَدَ، أوِ امرأةً سَوداءَ، كان يَقُمُّ المسجدَ، فمات، فسأَل النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم عنه، فقالوا : مات، قال : أفلا كنتُم آذَنتُموني به، دُلُّوني على قبرِه، أو قال قبرِها . فأتى قبرَها فصلَّى عليها

Ada seorang lelaki berkulit hitam, atau wanita berkulit hitam, ia biasa membersihkan masjid. Kemudian suatu ketika ia meninggal. Lalu Nabi shallallahu’alaihiwasallam menanyakan tentang kabar orang tersebut. Para sahabat menjawab, “Ia telah meninggal”. Nabi bersabda: ”Mengapa kalian tidak mengabariku? Tunjukkan aku kuburannya”. Lalu Nabi pun datang ke kuburannya dan menshalatkannya” (HR. Bukhari no. 458, Muslim no. 956).

Advertisements