Pertanyaan:

Apa hukum bai’ al ‘urbuun (down payment)?

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:

الجواب:ـ لا بأس بهِ بيع العربون أن يشتري سلعتًا ويكون لهُ الخيار المدة المُحددة ويقول يدفع العربون ليتوثق البائع فإذا لم يعزم على البيع يكون العربون للبائع .

Bai’ al ‘urbuun tidak masalah. Yaitu seseorang membeli barang lalu ia memiliki khiyar (pilihan untuk memutuskan jadi atau tidaknya) pada waktu tertentu. Lalu ia katakan, “saya berikan al ‘urbuun (uang DP) agar engkau (penjual) merasa cukup yakin bahwa saya serius untuk membeli”. Jika pembeli ternyata tidak jadi membeli, maka al ‘urbuun (uang DP) untuk penjual.

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16086

***

Pertanyaan:

Apa hukumnya seorang penjual mengambil uangal ‘urbuun (DP) jika jual-beli tidak jadi dilakukan? Deskripsinya, dua orang akan saling berjual-beli. Jika jual-beli diputuskan jadi, maka uang akan dibayarkan sepenuhnya. Jika tidak jadi maka penjual akan mengambil al ‘urbuun dan tidak mengembalikannya ke pembeli.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjawab:

لا حرج في أخذ العربون – في أصح قولي العلماء – إذا اتفق البائع والمشتري على ذلك، ولم يتم البيع

Tidak mengapa mengambil al ‘urbuun menurut pendapat yang lebih tepat dari khilaf ulama yang ada. Jika antara kedua orang yang bertransaksi sudah bersepakat untuk itu, dan ternyata jual-beli tidak jadi dilakukan.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/fatawa/3886

***

Dalam kitab Mausu’ah Fiqhil Islami hal. 271:

يجوز بيع العربون إذا قُيدّت فترة الانتظار بزمن محدود. ويحتسب العربون جزءاً من الثمن إذا تم الشراء، ويكون من حق البائع إذا عدل المشتري عن الشراء

Dibolehkan bai’ al ‘urbuun jika sudah ditentukan masa tunggu (keputusan jadi-tidaknya) dengan jangka waktu tertentu. Dan al urbuun dianggap sebagai bagian dari harga barang jika jual-beli jadi dilakukan. Dan menjadi hak penjual jika pembeli tidak jadi melakukan pembelian.

Sumber: s.id/lLp

Iklan