Dari hasil pengkajian terhadap dalil-dalil tauhid yang dilakukan para ulama sejak dahulu hingga sekarang, mereka menyimpulkan bahwa ada tauhid terbagi menjadi tiga: Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah dan Tauhid Al Asma Was Shifat.

  1. Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja, dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka.
  2. Tauhid Uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin.
  3. Tauhid Al Asma’ was Sifat adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah, yaitu sesuai dengan yang Ia tetapkan bagi diri-Nya dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).

Tujuan para ulama membagi tauhid menjadi 3 macam ini adalah untuk memudahkan kita memahami masalah tauhid.

Dengan demikian kita jadi paham kasus-kasus berikut adalah syirik:

* Ada orang yang beribadah kepada Allah, tapi berkeyakinan bahwa yang mengatur sebagian alam adalah makhluk. Misalnya yang mengatur laut kidul adalah Nyi Roro Kidul, yang mengatur gunung merapi adalah dewa gunung dan semacamnya, dalam perkara Rububiyah.

Tanpa membagi tauhid menjadi 3 macam di atas, mungkin akan sulit memahami bahwa ini adalah sebuah kesyirikan, yaitu syirik dalam Rububiyah.

* Ada orang yang meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan dan diatur oleh Allah. Namun ia beribadah kepada Allah dan juga kepada selain Allah. Semisal berdoa kepada kuburan, berhala, pohon keramat, ber-qurban untuk jin, untuk penjaga gunung, untuk nyi roro kidul, dll.

Tanpa membagi tauhid menjadi 3 macam di atas, mungkin akan sulit memahami bahwa ini adalah sebuah kesyirikan, yaitu syirik dalam Uluhiyyah.

* Ada orang yang meyakini bahwa alam semesta ini diciptakan dan diatur oleh Allah, ia juga beribadah hanya kepada Allah. Tapi ia berkeyakinan bahwa Allah itu baru tahu suatu kejadian setelah terjadi, berarti Allah tidak Maha Mengetahui. Atau berkeyakinan bahwa ada makhluk yang tahu perkara gaib sebagaimana Allah tahu perkara gaib.

Tanpa membagi tauhid menjadi 3 macam di atas, mungkin akan sulit memahami bahwa ini adalah sebuah kesyirikan, yaitu syirik dalam Al Asma’ was Sifat.

Demikianlah, dengan pembagian jenis tauhid ini, kita jadi paham mana tauhid dan mana syirik. Walillahil hamdu.

Advertisements