Pertanyaan:

رجل غاب عن زوجته اثنتي عشرة سنة، فهل تجوز له زوجته أم لا؟

Seorang suami meninggalkan istrinya selama 12 tahun, apakah ia masih istrinya atau sudah bukan?

Syaikh Abdul Karim Al Khudhair menjawab:

هذه الزوجة إذا صبرت وتحملت هذه المدة ولم ترفع أمره إلى القضاء ليفسخ النكاح -لكونها متضررة- فالزوجية باقية، وهي زوجته، فإذا عاد يعود إليها

Sang istri ini jika ia bersabar dan bisa bertahan selama itu, serta tidak mengajukan masalahnya ke pengadilan agama untuk melakukan fasakh (pembatalan status nikah), maka status pernikahannya tetap berlaku.Wanita tersebut tetap istrinya, jika lelaki tersebut kembali, maka ia kembali kepada istrinya tersebut.

لكن لا يجوز للمسلم أن يضر بزوجته بهذه الطريقة، والمرأة أيضًا عليها أن تصبر وتتحمل، لكن إذا تضررت وخشيت على نفسها فإنها تتقدم إلى القضاء، فيُلزم الزوج إما بالعودة إليها وإما بفسخها

Namun seorang lelaki Muslim tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan istri seperti ini (yaitu meninggalkannya bertahun-tahun). Dan seorang istri, (jika diperlakukan demikian) hendaknya bersabar dan bertahan. Namun jika sang istri tersebut khawatir pada dirinya, maka hendaknya ia mengajukan perkaranya ke pengadilan agama. Lalu hakim yang akan memutuskan apakah sang suami akan kembali bersama istrinya atau di-fasakh.

***

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/74176

Advertisements