Orang musyrik zaman dulu menyembah patung berhala untuk mendekatkan diri pada Allah. Mereka tidak berkeyakinan bahwa patung lah yang menciptakan alam semesta!

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

orang-orang mengambil pelindung-pelindung selain Allah tidaklah menyembahnya kecuali untuk mendekatkan diri kepada sesembahan mereka itu kepada Allah sedekat-dekatnya” (QS. Az Zumar: 3).

Ibnu Katsir (ulama Syafi’iyyah) mengatakan:

فإن غالب الأمم كانت مقرة بالصانع ولكن تعبد معه غيره من الوسائط التي بظنونها تنفعهم أو تقربهم من الله زلفى

“mayoritas umat manusia yang ada mengakui bahwa Allah adalah pencipta alam semesta, namun mereka menyembah sesembahan lain selain menyembah Allah juga sebagai perantara, yang menurut sangkaan mereka bisa memberikan manfaat untuk mereka, atau untuk mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya”.

Makanya, orang zaman sekarang yang beribadah kepada makhluk Allah, walaupun bukan berupa patung, walaupun mereka juga menyembah Allah juga, hakikatnya sama saja dengan orang musyrik zaman dahulu.