Tadabbur adalah merenungkan ayat Qur’an untuk menggali petunjuk dari pendalilan ayat tersebut untuk diterapkan dalam ilmu dan amal. Sedangkan tafsir adalah mendefinisikan makna ayat dan menjelaskannya.

Memahami Qur’an dibagi menjadi 2 macam:

  1. Fahmun Dzihniy, termasuk di dalamnya menafsirkan makna-makna yang sulit, istinbath hukum, pembahasan dalil, dll
  2. Fahmun Qalbiy, dihasilkan dari perenungan terhadap ayat, sehingga tergerak hatinya, memfokuskan perenungan itu pada ilmu dan amalannya. Jika ia termasuk yang mengamalkan ayat, alhamdulillah, jika belum ia introspeksi diri.

Tadabbur lebih luas dari tafsir. Tafsir adalah wasilah untuk tadabbur. Tadabbur adalah tujuan utama, tafsir adalah wasilahnya.

Sebagian salaf mengatakan:

العلم علمان : علمٌ في القلب فذاك العلم النافع ،وعلمٌ على اللسان فتلك حجة الله على خلقه

“Ilmu itu ada 2, (1) ilmu yang merasuk ke hati, itulah ilmu yang manfaat. (2) ilmu yang sekedar di lisan, itu akan jadi hujjah bagi Allah atas hamba-Nya”

Diringkas dari tulisan Syaikh Dr. Umar Al Muqbil, di http://www.almoslim.net/node/139579