Pertanyaan:
Sebagian thalibul ilmi (orang yang serius belajar agama) semangat mengikuti beberapa durus*) tertentu, sedangkan durus yang lain kurang semangat. Dan sebagian mereka kadang ingin cepat-cepat selesai dari pelajaran yang kurang disemangati tersebut. Apakah ini sebuah penyimpangan?

Syaikh Shalih bin Abdillah Al Ushaimi menjawab:

Jika Allah mengilhamkan ilmu yang bermanfaat dari pelajaran yang ia sukai tersebut, maka tidak mengapa. Namun hendaknya thalibul ilmi mengokohkan hatinya untuk bersabar dalam menuntut ilmu, walaupun ia hanya bisa mengambil sedikit faidah dari sebagian pengajar, dan lebih banyak mengambil manfaat dari pengajar lainnya.

Dan hendaknya ia menetapkan niat dari mengikuti pelajaran-pelajaran tersebut yaitu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ibadah ini (baca: menuntut ilmu). Sebagaimana firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga di perbatasan” (QS. Al Imran: 200)

Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=BcmDJ52iBb8

*) durus di sini maksudnya sesi pelajaran atau pengajian yang diampu seorang ustadz