Pertanyaan:

Bagaimana jalan keluar dari fitnah (cobaan) wanita jika tujuannya untuk mendakwahi mereka. Demikian juga bagaimana jika mereka yang sering mendatangi saya (dalam keperluan dakwah, pent.) sedangkan saya adalah pemuda yang tidak merasa aman dari fitnah (cobaan) wanita?

Syaikh Khalid Al Mushlih hafizhahullah menjawab:

Imam Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Usamah bin Zaid radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء

tidaklah aku tinggalkan cobaan yang paling berat bagi laki-laki selain cobaan wanita” (HR. Al Bukhari 5069, Muslim 2740).

maka jalan terbaik untuk terhindar dari fitnah wanita adalah dengan menjauh dari mereka.

Adapun untuk tujuan dakwah, jika memungkinkan di antara wanita ada yang mendakwahi sesama wanita, inilah yang diharapkan. Jika tidak, maka hendaknya tugas dakwah tersebut diberikan kepada lelaki yang terpercaya kebagusan agamanya dan diharapkan ia jauh dari cobaan wanita. Dan hendaknya (dalam mendakwahi mereka) interaksinya secukupnya saja, sebatas apa-apa yang dibutuhkan saja, jangan melebar dan berpanjang-panjang (ngalor-ngidul).

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/35707