Pertanyaan:

لي طفلة تبلغ من العمر 8 سنوات ولكنها كانت مريضة بنقص في النمو مع ضمور في الدماغ ولكنها تفهم علي كأي طفل طبيعي قبل شهر توفاها الله أريد أن أسأل هل أحاسب على غضبي منها أحيانا وتوبيخي لها، علما بأنها كانت تحس بالغضب لذلك، وهل ستسامحني؟

Saya memiliki anak wanita usianya 8 tahun. Namun ia memiliki penyakit kurang normalnya pertumbuhan dan otak yang lemah. Namun ia bisa memahami perkataan orang lain sebagaimana anak normal. Dan sekitar sebulan lalu, Allah mewafatkannya. Yang mau saya tanyakan, apakah saya dianggap berdosa atas marah saya dan omelan yang kadang ditujukan kepadanya dahulu. Perlu diketahui bahwa ia tetap bisa merasakan marah ibunya. Apakah perbuatan saya itu dimaafkan ?

Syaikh Abdullah Al Faqih menjawab: 

فإن الغضب على الولد لقيامه ببعض الأخطاء ولومه وتوبيخه على ذلك لا يحاسب به الوالد، وإن كان الأولى به أن يكون رفيقاً بالأبناء ولا سيما من كان منهم مريضاً، ويدل لجواز هذا الأمر ما في الصحيحين أن أبا بكر رضي الله عنه سب ولده عبد الرحمن لما اتهمه بالتقصير في إكرام ضيوفه، وبناء عليه فنرجو أن لا تكون هناك مؤاخذة فيما سبق، ونسأل الله أن يحسن عزاءك فيها، وأن يجعلها فرطا لك ويشفعها فيك

Jika orang tua marah*) kepada anak karena anak berbuat kesalahan atau menyalahkannya atau mengomelinya, maka ini tidak dihitung sebagai dosa bagi si orang tua. Walaupun, yang lebih utama adalah bersikap lemah lembut kepada anak, lebih lagi jika ia sakit. yang menunjukkan bolehnya hal ini adalah hadits dalam Shahihain bahwa Abu Bakar radhiallahu’anhu mengomeli anaknya, Abdurrahman, ketika ia dituduh telah lalai dalam memuliakan tamu. Dari dasar ini, nampaknya bisa dijadikan landasan pada statement yang kami sebutkan sebelumnya.

Kami memohon kepada Allah agar Ia menolong anda agar memberikan kebaikan dalam duka cita anda, dan semoga Allah menjadikan pahala yang melimpah bagi anda darinya, dan semoga ia kelak memberikan syafa’at bagi anda.

Sumber: http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=109046

*) tentu saja kita perlu pahami marah di sini adalah marah yang sewajarnya tidak sampai kepada marah yang haram semisal kemarahan yang terlalu besar, mengeluarkan kata-kata kotor, melakukan kekerasan, atau perbuatan zhalim lainnya.