Pertanyaan:

Saya masuk ke masjid yang memiliki imam rawatib (imam tetap yang disepakati), ketika itu saya mendapatkan ada yang mendirikan shalat jama’ah kedua (setelah jama’ah yang diimami imam rawatib selesai). apakah saya shalat bersama mereka ataukah saya shalat sendiri?

Syaikh ‘Abdul ‘Azhim Al Badawi hafizhahullah menjawab:

Tikrar al jama’ah (membuat shalat jama’ah baru setelah jama’ah yang diimami imam rawatib selesai) di masjid yang memiliki imam rawatib, ini menyelisihi sunnah. Yang sesuai sunnah, pada masjid yang memiliki iimam rawatib hendaknya tidak membuat jama’ah baru setelah jama’ahnya imam yaitu jama’ah yang pertama.

Orang yang datang terlambat, walaupun mereka banyak, hendaknya mereka shalat sendiri-sendiri dan tidak berjama’ah ketika imam sudah selesai. Inilah yang sesuai sunnah. Atau pilihan yang lain, orang yang datang terlambat tersebut boleh pulang kembali ke rumahnya dan menunaikan shalat di rumahnya. Karena keutamaan shalat di masjid itu karena ditegakkanya shalat berjama’ah, maka ketika shalat jama’ah sudah selesai maka shalat di masjid atau di rumah sama saja.

Dan demikianlah yang shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Jika suatu hari Nabi mengurusi urusan kaum Muslimin sehingga terlambat datang ke shalat jama’ah, ketika beliau datang ke masjid shalat sudah selesai, maka Nabi  masuk ke rumah beliau dan menunaikan shalat di sana dan tidak menunaikannya di masjid. Inilah pendapat jumhur ulama dan tiga imam madzhab, yaitu Abu Hanifah, Malik dan Asy Syafi’i. Dan Imam Asy Syafi’i rahimahullah dalam kitab beliau Al Umm memiliki penjelasan yang bagus, tentang tidak disyariatkannya tikrar al jama’ah di masjid yang memiliki imam rawatib.

Lalu jika anda masuk masjid sedangkan shalat jama’ah kedua sedang dikerjakan oleh orang-orang, maka tetaplah anda shalat sendirian saja, selama itu tidak membuat diri anda terkena fitnah dan mafsadah.

 

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/30785