Pertanyaan:

Bagaimana status sahabat Nabi yang hanya menjadi rawi dalam satu hadits saja dan tidak shahih sanadnya, dan ia tidak disebutkan dalam kitab-kitab (hadits atau biografi) para sahabat.

Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad menjawab:

Haditsnya tidak shahih jika memang ia hanya ada dalam sanad yang dhaif. Namun kita tetap ber-taradhi (mendoakan keridhaan Allah) untuknya, dan terkadang ia memang seorang sahabat. Jika sahabat maka kita ber-taradhi bagi mereka dan ber-tarahhum (mendoakan rahmat Allah) bagi mereka, dan kita berkeyakinan mereka adalah manusia terbaik. Inilah yang dituntut (dari kita) terhadap para sahabat. Adapun memastikan seseorang sebagai sahabat Nabi itu membutuhkan sanad yang shahih.

 

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/33226