Jika ingin serius mempelajari ilmu fiqih maka sudah semestinya kita mengetahui kitab fiqih apa yang cocok untuk dipelajari. Kitab fiqih yang kami maksud adalah kitab yang membahas hukum-hukum syar’i yang membahas semua bab fiqih yang biasanya dimulai dari bab thaharah hingga bab terakhir. Dan dalam belajar fiqih tentu seseorang harus melakukannya secara bertahap, tidak langsung melahap kitab-kitab fiqih yang tebal dan rumit. Namun dimulai dari yang paling mudah lalu yang mudah.

Tahap Pertama

Di tahap pertama bagi seorang pemula sebaiknya memulai dengan mempelajari kitab-kitab fiqih yang berupa matan-matan ilmu fiqih. Disebut matan karena penulis kitab meringkas pembahasan fiqih menjadi bait-bait nazham atau rangkaian kalimat-kalimat yang ringkas. Tentu dengan demikian, pemula dapat mudah mengingat hukum-hukum fiqih dari para ulama.

Kitab-kitab tersebut diantaranya:

  1. Minhajus Salikin (منهج السالكين), karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah (wafat 1376H).
  2. Al Ghayatu Wat Taqrib (الغاية والتقريب)  atau dikenal dengan Matan Abi Syuja’ (متن أبي شجاع), karya Ahmad bin Al Husain bin Ahmad Al Asfahani Asy Syafi’i atau dikenal dengan Abu Syuja’ rahimahullah (wafat 593H).
  3. Matan Az Zubad (متن الزبد), karya Ahmad bin Ruslan Asy Syafi’i rahimahullah.
  4. ‘Umdatul Fiqhi (عمدة الفقة), karya Abdullah bin Ahmad bin Qudamah Al Maqdisi rahimahullah (wafat 620H).
  5. Zaadul Mustaqni Fi-khtisharil Muqni’ (زاد المستقنع في اختصار المقنع), karya Al Hijawi Al Hambali rahimahullah (wafat 968H).
  6. Akhsharul Mukhtasharat (أخصر المختصرات), karya Muhammad bin Badrudin bin Balban Ad Dimasqi atau dikenal dengan Ibnu Badran atau Ibnu Balban Al Hambali rahimahullah (wafat 1083H).
  7. Ad Durarul Bahiyyah Fil Masa-il Fiqhiyyah (الدرر البهية في المسائل الفقهية), karya Imam Asy Syaukani rahimahullah (wafat 1255H).
  8. Jami’ul Ummahat (جامع الأمهات), karya Ibnul Hajib Al Maliki rahimahullah (wafat 646H).

Tahap Kedua

Di tahap kedua pemula mulai mempelajari kitab-kitab fiqih yang lebih tebal dan lebih luas pembahasannya, menyebutkan dalil-dalil yang lebih rinci, namun tidak atau sedikit menyebutkan khilaf-khilaf.

Kitab-kitab tersebut diantaranya:

  1. Al Wajiz Fi Fiqhis Sunnati Wal Kitabil ‘Aziz (الوجيز في فقه السنة والكتاب العزيز) karya Syaikh ‘Abdul ‘Azhim Al Badawi hafizhahullah.
  2. Al Mulakhash Al Fiqhi (الملخص الفقهي), karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah.
  3. Fiqhus Sunnah (فقه السنة) karya Sayyid Sabiq rahimahullah namun dibarengi dengan kitab Tamaamul Minnah Fit Ta’liqi ‘Ala Fiqhis Sunnah (تمام المنة في التعليق على فقه السنة), karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah (wafat 1420H).
  4. Shahihu Fiqhis Sunnah Wa Adillatuhu Wa Taudhihu Madzabihil A-immah (صحيح فقه السنة وأدلته وتوضيح مذاهب الأئمة), karya Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim hafizhahullah (murid senior Syaikh Musthafa Al ‘Adawi).
  5. Al Ikhtiyarat Al Fiqhiyyah (الاختيارات الفقهية), yang merupakan kumpulan fatwa dan tulisan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah yang disusun menjadi sebuah buku dengan klasifikasi pembahasan seperti kitab fiqih oleh Syaikh Khalid bin Su’ud Al ‘Ajmi. 
  6. Al Ikhtiyarat Al Fiqhiyyah Lil Imam Al Albani (الإختيارات الفقهية للإمام الألباني), demikian juga kitab ini, merupakan kumpulan fatwa dan tulisan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah yang dikumpulkan oleh Syaikh Ibrahim Abu Syadi.
  7. Fiqhus Sunnah Al Muyassar (فقه السنة الميسر), karya Syaikh Abdullah bin Muhammad Al Muthlaq hafizhahullah.
  8. Al Fiqhul Muyassaru Fi Dhauil Kitabi Was Sunnati (الفقه الميسر في ضوء الكتاب والسنة), yang disusun oleh percetakan Mushaf Majma Malik Fahd Saudi Arabia.

Tahap Ketiga

Di tahap ketiga, pemula mulai mempelajari kitab-kitab fiqih yang lebih tebal berisi perbandingan madzhab, yang di dalamnya menyebutkan khilaf-khilaf serta pembahasan dalil, serta tarjih dari penulis kitab.

Kitab-kitab tersebut diantaranya:

  1. Asy Syarhul Mumthi’ ‘Ala Zadil Mustaqni’ (الشرح الممتع على زاد المستقنع), karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah (wafat 1421H).
  2. Ad Darari Al Mudhi-ah Syarhud Duraril Bahiyyah (الدراري المضيئة شرح الدرر البهية), karya Imam Asy Syaukani
  3. Syarhu Umdatil Fiqhi (شرح عمدة الفقه), karya Syaikh Abdullah bin Abdil Aziz Al Jibrin rahimahullah.
  4. Al Mughni Fil Fiqhil Hambali (المغني في الفقه الحنبلي), karya Abdullah bin Ahmad bin Qudamah Al Maqdisi rahimahullah (wafat 620H). Walaupun demikian judulnya namun kitab ini banyak merinci khilaf-khilaf diantara madzhab-madzhab.
  5. Al Majmu’ Syarhul Muhadzab (المجموع شرح المهذب), karya Imam An Nawawi rahimahullah.
  6. Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah (الموسوعة الفقهية الكويتية), yang disusun oleh beberapa ulama di bawah Kementerian Agama Kuwait.

Demikian beberapa rekomendasi kitab sependek dan sebatas ilmu yang kami miliki. Tentu jangan dikira kami sudah membaca tuntas atau menguasai semua kitab di atas, sangat-sangat-sangat sedikit sekali yang baru kami baca dari yang ada di atas ini. Tentu masih banyak kitab-kitab fiqih dari para ulama yang mudah dan bagus untuk dipelajari, jika pembaca sekalian memiliki faidah dalam hal ini jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar. Jazaakumullahu khayr.