Pertanyaan:

Apakah ijma itu hujjah qath’iyyah ataukah zhanniyyah? Kami mengharapkan penjelasan dari anda, semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Syaikh ‘Abdul ‘Azis bin Baz rahimahullah menjawab:

Ijma’ yaqini itu adalah hujjah qath’iyyah. Bahkan ijma adalah salah satu dari tiga landasan utama yang tidak boleh diselisihi, yaitu Al Qur’an, As Sunnah yang shahih dan ijma. Dan hendaknya diketahui bahwa ijma yang sifatnya qath’iyyah sebagaimana disebutkan itu adalah ijma salaf dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, semoga Allah meridhai mereka. Karena masa-masa setelah mereka itu terjadi banyak perselisihan yang tersebar di tengah umat. Hal ini sebagaimana dikabarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitab Al Aqidah Al Washithiyyah) dan juga para ulama yang lain. Diantara dalilnya adalah firman Allah Ta’ala dalam surat An Nisa:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali” (QS. An Nisa: 115)

Semoga Allah memberikan taufik kepada kaum Muslimin untuk memahami agamanya serta berpegang teguh padanya, dan dijauhkan dari apa-apa yang menyelisihnya. Sesungguhnya Allah itu Maha Mendengar lagi dekat.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/2049