Pertanyaan:

Bagaimana pandangan anda mengenai uslub (metode) dakwah masa kini? Apakah menggunakan metode dakwah yang baru sesuai keadaan zaman adalah hal yang dibenarkan?

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah menjawab:

Tidak diragukan lagi bahwa dakwah ilallah itu adalah sebuah kewajiban yang paling agung di setiap masa dan setiap tempat. Dan ini sejak mulai diutusnya para Rasul ‘Alaihimus Shalaatu Wasalaam dari sejak Nabi Adam ‘alaihissalam hingga manusia yang terakhir. Kaum mu’minin dituntut untuk menegakkan kewajiban yang penting ini. Allah Ta’ala berfirman:

‏كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ‏ ‏[‏سورة آل عمران‏:‏ آية 110‏]‏

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah” (QS. Al Imran: 110)

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ‏ ‏ [‏سورة آل عمران‏:‏ آية 104‏]‏

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” (QS. Al Imran: 104)

maka tanggung jawab umat Muhammad terhadap dakwah merupakan tanggung jawab yang terbesar. Hal ini karena Allah memberkahi umat ini dengan agama-Nya dan kitab-Nya yang agung. Juga dengan Rasul-Nya ‘alaihis shalatu was salaam yang Allah berikan kepada beliau kemampuan untuk memberikan penjelasan pada umat dan semangat untuk menyampaikan hidayah kepada manusia.

Dan tidak diragukan lagi bahwa metode dakwah ilallah itu bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah menegakkan dakwah ini  sejak beliau diutus hingga beliau wafat, dan beliau telah menerapkan metode yang sempurna dalam dakwah. Setelah itu, para sahabat yang ada di sekeliling beliau menyerap, memahami dan menerapkan metode yang beliau gunakan. Allah Ta’ala berfirman:

‏لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ‏ ‏[‏سورة الأحزاب‏:‏ آية 21‏]‏

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al Ahzab: 21)

Dengan demikian, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah panutan para da’i dalam beramal, berjihad, dan dalam amar ma’ruf nahi mungkar.

Tidak terlarang untuk menggunakan berbagai metode atau sarana dakwah baru yang bermanfaat selama metode yang digunakan itu tidak melenceng dari manhaj Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu tidak melenceng dari manhaj dan metode beliau yang mesti diikuti. Demikian juga, hendaknya pembaharuan metode dakwah ini bukanlah pembaharuan yang bertentangan dengan petunjuk Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Hendaknya pembaharuan metode dakwah masih dalam koridor manhaj dakwah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam.

Kita sudah semestinya menyadari bahwa keadaan masyarakat itu berbeda-beda. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk memilih metode yang cocok diterapkan pada masyarakat yang kita dakwahi dengan dakwah ilallah. Selain itu wajib juga bagi kita untuk menyadari bahwa dakwah ini adalah dakwah yang universal, bukan dakwah yang sifatnya lokal atau kesukuan. Allah Ta’ala berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا‏ ‏[‏سورة الفرقان‏:‏ آية 1‏]‏

Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” (QS. Al Furqan: 1)

Karena dakwah ini adalah dakwah yang universal, maka kita hendeknya mengenal kondisi seluruh masyarakat yang ada di dunia serta perbedaan kebiasaan yang ada diantara mereka. Dan hendaknya kita memperhitungkan metode yang cocok untuk setiap model masyarakat yang ada.

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/5691