Ketika hati baik, pasti baik pula secara zhahir. Ketika secara zhahir sudah rusak, maka pasti hatinya juga rusak. Namun terkadang secara zhahir sudah nampak baik tapi hatinya rusak, sebagaimana keadaan orang munafik dan orang yang suka riya’.

— Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak

Dengan kata lain:

Kalau hati baik, secara zhahir pasti baik. Tapi kalau zhahir kelihatan baik, belum tentu hatinya baik. Dan tidak benar orang yang mengklaim hatinya baik padahal rusak secara zhahir.