Pertanyaan:

Bagaimana mewujudkan hati yang lapang dan apa saja sebab-sebab yang dapat mengantarkan pada hal itu dan apa tanda dari lapangnya hati?

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah menjawab:

Kelapangan hati itu di tangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, namun sebab-sebab untuk mendapatkannya adalah perbuatan dan keinginan hamba. Allah Jalla Wa ‘Ala berfirman:

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah” (QS. Az Zumar: 22)

Allah Ta’ala juga berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.  Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik” (QS. Ar Ra’du: 28)

Allah Ta’ala juga berfirman:

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ

Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit” (QS. Al An’am: 125)

Oleh karena itu, Musa ‘alaihissalam yang pertama kali diutus untuk membawa risalah berdoa:

قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

Musa berkata, wahai Rabb-ku lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku” (QS. Thaha: 25)

Beliau berdoa kepada Allah sebelum menyampaikan risalah untuk melapangkan dadanya. Demikian juga Nabi kita Shallallahu’alaihi Wasallam telah dilapangkan dadanya oleh Allah, dan beliau juga pembawa risalah,

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu (wahai Muhammad) ?” (QS. Al Insyirah: 1)

Maka maksud dari ‘lapang dada terhadap ajaran Islam’ adalah merasakan kelezatan dalam melakukan ketaatan, ibadah dan amal shalih. Dan jika dada seseorang itu sempit terhadap Islam, ia lari dari ketaatan dan dadanya pun menjadi sesak lagi sempit, inilah orang yang tercela, wal’iyyadzubillah.

Dengan demikian hendaknya seorang Muslim berdoa dengan doa

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي

wahai Rabb-ku lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku

sebagaimana doanya Nabi Musa ‘alaihissalam.