Pertanyaan:
Apakah bersolek dan berpakaian mewah serta memakai parfum-parfum yang mewah berarti tidak zuhud?

Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:
Seseorang itu hendaknya bersikap pertengahan. Jika seseorang dilimpahkan kenikmatan oleh Allah hendaknya ia bersikap pertengahan dalam menggunakan pakaian, parfum atau kendaraan. Tidak pula berpenampilan seperti orang faqir juga tidak menafikan bahwa nikmat tersebut dari Allah. Intinya, hendaknya ia bersikap pertengahan, karena itulah yang paling terbaik. Tidak pelit dan tidak juga boros.

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا

Dan (ibadurrahman itu adalah) orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS. Al Furqan: 67)

Maka hendaknya ia bersikap pertengahan antara bakhil dan berlebih-lebihan.

Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/2363