Pertanyaan:
Pertanyaan Malaikat kepada orang yang mati tenggelam apakah ketika ruhnya keluar atau setelah ia dikubur? Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Syaikh Muhammad Ali Farkus hafizhahullah menjawab:

الحمدُ لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على من أرسله اللهُ رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، أمّا بعد

Sudah kita ketahui bersama bahwa pertanyaan dua Malaikat kepada jenazah yang dikubur adalah setelah ia diletakkan di dalam kubur. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

إِنَّ العَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ، فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ

Sesungguhnya seorang hamba ketika diletakan di kuburnya, lalu kerabatnya mulai berpulangan, ia mendengar suara sandal mereka. Kemudian datanglah dua Malaikat, lalu kedua Malaikat itu menjadikan mayit duduk…” (HR. Bukhari 1374, Muslim 7395)

Adapun mayat yang tidak dikuburkan, semisal dimakan hewan buas, atau dimakan ikan besar, atau tenggelam, sampai ia menjadi debu. Atau juga orang yang hancur lebur terkena bom. Mereka ini tidak diragu lagi pasti akan ditanya juga oleh dua Malaikat, namun tidak diketahui bagaimana kaifiyah (cara) -nya. Karena perkara ini adalah perkara gaib yang tauqifiy (diketahui dengan dalil), dan tidak boleh meng-qiyas-kan dunia gaib dengan dunia nyata. Adapun adzab kubur itu dirasakan oleh jiwa dan raganya, berdasarkan kesepakatan ulama ahlus sunnah wal jama’ah. Jiwanya yang mendapat nikmat dan adzabnya pada raganya namun keduanya saling berhubungan. Barangsiapa yang mati dan ia layak mendapat adzab kubur, maka ia akan mendapatkannya, baik ia dikubur ataupun tidak (lebih jelasnya lihat kitab Ar Ruh karya Ibnul Qayyim, hal 81-88).

والعلمُ عند الله تعالى، وآخر دعوانا أنِ الحمد لله ربِّ العالمين، وصلى الله على نبيّنا محمّد وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، وسلّم تسليمًا

Sumber: http://www.ferkous.com/site/rep/Ba18.php