Dalam kitab Tahdzibul Kamal karya Al Mizzi dijelaskan:

“Fairuz Ad Dailami, disebut juga Ibnu Ad Dailami. Kunyah-nya Abu Abdillah, sebagian pendapat mengatakan kunyah-nya Abu Abdirrahman. Ia juga disebut dengan Abu Adh Dhahhak Al Yamami. Ia adalah seorang sahabat Nabi dan ia juga yang telah membunuh Al Aswad Al ‘Insi Al Kadzab. Ia juga merupakan utusan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Ibnu Sa’ad menuturkan, Fairuz Ad Dailami kunyah-nya Abu Abdillah ia disebut juga Al Himyari karena lahir di Himyar. Ia adalah keturunan Persia yang diutus ke Yaman. Disana mereka menyingkirkan orang Habasyah dan akhirnya menguasai Yaman.

Abdul Mun’im bin Idris menuturkan: “Kemudian mereka menasabkan diri pada Bani Dhibbah. Mereka berkata, kami biasa berjualan arak di masa Jahiliah”.

Fairuz adalah orang yang membunuh Al Aswad bin Ka’ab Al ‘Insi yang mengaku Nabi di Yaman. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkata tentang Fairuz:

قتله الرجل الصالح فيروز ابن الديلمي

Yang membunuh Al Aswad Al ‘Insi adalah seorang lelaki shalih, Fairuz Ad Dailami

dalam riwayat lain:

قتله رجل مبارك من أهل بيت مباركين

Yang membunuh Al Aswad Al ‘Insi adalah seorang lelaki yang diberkati yang berasal dari keluarga yang diberkati

Ia juga merupakan utusan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Beberapa hadits diriwayatkan darinya, salah satunya hadits tentang takdir. Sebagian perawi meriwayatkan darinya dengan mengatakan: “Ad Dailami Al Himyari menuturkan kepadaku…“, sebagian perawi lain menggunakan nama “Ad Dailam”, namun itu semua mengacu pada orang yang sama yaitu Fairuz bin Ad Dailami. Ini berdasarkan hadits-hadits yang diriwayatkan darinya dan disebutkan nama yang berbeda-beda di dalamnya.

Abu Abdillah bin Mandah mengatakan bahwa Fairuz adalah anak dari saudara perempuan Raja An Najasyi.

Fairuz meriwayatkan hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Dan yang meriwayatkan darinya adalah anak-anaknya yaitu Sa’id bin Fairuz Ad Dailami, Adh Dhahhak bin Fairuz Ad Dailami, Abdullah bin Fairuz Ad Dailami, juga Umar Al Muadzin, Abu Khair Martsad bin Abdillah Al Yazani, dan Abu Khirrasy Ar Ra’ini.

Muhammad bin Sa’ad dan Abu Hatim berkata: “Fairuz wafat pada masa pemerintahan Utsman bin Affan” (Tahdzibul Kamal, no. 4776)

Imam Bukhari dalam kitab Tarikh Kabir (no. 616) membawakan beberapa hadits dari Fairuz Ad Dailami:

قَالَ أَبو عَاصِمٍ: عَنْ عَبد الْحَمِيدِ، عَنْ يَزِيد بْنِ أَبي حَبِيب، عَنْ مَرثَد بْنِ عَبد اللهِ، عَنِ ابْنِ الدَّيلَمِيّ؛ أَنَّهُ سَأَلَ النَّبيَّ صَلى اللَّهُ عَلَيه وسَلم: أَنا مِنكَ بَعِيدٌ، وأَشرَبُ شَرابًا مِن قَمحٍ، فَقال: أَيُسكِرُ؟ قلتُ: نَعَم، قَالَ: لاَ تَشرَبُوا مُسكِرًا، فَأَعادَ ثَلاثًا، قَالَ: كُلُّ مُسكِرٍ حَرامٌ..

Abu ‘Ashim berkata, dari Abdul Humaid, dari Yazid bin Abi Habib, dari Martsad bin Abdillah, dari Ibnu Ad Dailami, ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam: ‘Ketika itu aku jauh darimu, aku meminum minuman yang dibuat dari gandum, (apakah boleh)? Nabi bertanya: ‘Apakah memabukkan?’. Ia berkata: ‘Ya’. Nabi bersabda: ‘Jangan minum yang memabukkan (diulang sampai 3x), setiap yang memabukkan itu haram’‘”

وَقَالَ عليٌّ: حدَّثنا مُحَمد بْنُ الحَسَن الصَّنعانيّ، قَالَ: أَخبرني النُّعمان بْنُ الزُّبَير، عَنْ أَبي صَالِحٍ الأَحمَسِيّ، عَنْ مَرّ المُؤَذِّن، قَالَ: خرجتُ مَعَ فَيرُوز بْنِ الدَّيلَمِيّ فِي أَلْفَيْنِ، فأتيتُ عُمَر، ثُمَّ أَتَاهُ فَيرُوز، فَقَالَ عُمَر: هَذَا فَيرُوز قاتِل الْكَذَّابِ

Ali berkata, Muhammad bin Al Hasan As Shan’ani menuturkan kepada kami, ia berkata, An Nu’man bin Az Zubair mengabarkan kepada kami, dari Abu Shalih Al Ahmasu, dari Umar Al Muadzin, ia berkata: “Aku pergi bersama Fairuz bin Ad Dailami di Alfayn. Aku menemui Umar bin Khattab, lalu Umar menemui Fairuz. Umar berkata, inilah Fairuz sang pembunuh Al Kadzab