Belum lama ini masjid di dekat rumah saya mendapat musibah. Kotak infaq yang terdapat di dalam masjid dibobol pencuri. Ini sudah kejadian yang kedua kalinya, setahu saya. Namun musibah yang lebih besar, salah seorang pengurus masjid melontarkan ide untuk meminta bantuan ‘ustadz’ kenalannya yang bisa menerawang siapa dan ada dimana pelakunya. Saya sendiri tidak tahu ide itu akhirnya dilaksanakan atau tidak. Semoga tidak.

Miris sekali seorang yang notabene pengurus masjid melontarkan ide yang demikian. Yaitu meminta bantuan ‘ustadz’ yang lebih tepat kita katakan sebagai dukun, yang mengaku mengetahui hal-hal gaib dengan ilmu sihir ataupun bantuan jin. Padahal jelas meminta bantuan kepada dukun adalah perbuatan musyrik dalam Islam.

من أتى كاهنا فصدقه بما قال ؛ فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم

Barangsiapa mendatangi dukun dan membenarkan perkataannya, ia telah kufur terhadap ajaran yang dibawa oleh Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam” (HR. Abu Nu’aim dalam Al Hilyah 8/270. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah 3387)

Mungkin ada yang bertanya, apa tidak mungkin si ‘ustadz’ itu memang dikarunia ‘ilmu’ oleh Allah untuk mengetahui hal gaib, mungkin ia orang shalih yang diberi keutamaan? Kita tanyakan kembali kepada penanya, lebih mulia mana antara ‘ustadz’ tersebut dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam? Sedangkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam saja tidak mengetahui barang hilang yang sebenarnya ada di dekat beliau. Sebagaimana diceritakan oleh ‘Aisyah Radhiallahu’anha:

خرجنا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم في بعض أسفاره ، حتى إذا كنا بالبيداء أو ذات الجيش انقطع عقد لي ، فأقام رسول الله صلى الله عليه وسلم على التماسه ، وأقام الناس معه ، وليسوا على ماء ، وليس معهم ماء ، فأتى الناس أبا بكر رضي الله عنه ، فقالوا : ألا ترى ماصنعت عائشة ؟ ! أقامت برسول الله صلى الله عليه وسلم وبالناس ، وليسوا على ماء ، وليس معهم ماء ، فجاء أبو بكر رضي الله عنه ، ورسول الله صلى الله عليه وسلم ، واضع رأسه على فخذي قد نام ، فقال حبست رسول الله صلى الله عليه وسلم والناس ، وليسوا على ماء ، وليس معهم ماء ؟ ! قالت عائشة : فعاتبني أبو بكر وقال : ما شاء الله أن يقول ، وجعل يطعن بيده في خاصرتي ، فما منعني من التحرك إلا مكان رسول الله صلى الله عليه وسلم على فخذي ! فنام رسول الله صلى الله عليه وسلم حتى أصبح على غير ماء ، فأنزل الله عز وجل آية التيمم . فقال أسيد بن حضير : ما هي بأول بركتكم يا آل أبي بكر ! قالت : فبعثنا البعير الذي كنت عليه ، فوجدنا العقد تحته

Kami keluar bersama Rasulullah Shalallahu‘alaihi Wasallam pada beberapa perjalanan beliau. Tatkala kami sampai di Al-Baidaa atau di daerah Dzatul Jaisy, kalungku terputus. Rasulullah Shalallahu‘alaihi Wasallam pun berhenti untuk mencari kalung tersebut. Orang-orang yang ikut bersama beliau pun ikut berhenti mencari kalung tersebut. Padahal mereka tatkala itu tidak dalam keadaan bersuci (dalam keadaan berwudu) dan tidak membawa air. Sehingga orang-orang pun berdatangan menemui Abu bakar Ash-Shiddiq dan berkata, ‘Tidakkah engkau lihat apa yang telah dilakukan oleh Aisyah? Ia membuat Rasulullah Shalallahu‘alaihi Wasallam dan orang-orang berhenti padahal mereka tidak dalam keadaan bersuci dan tidak membawa air. Maka Abu Bakar pun menemuiku, lalu ia mengatakan apa yang dikatakannya. Lalu ia memukul pinggangku dengan tangannya. Tidak ada yang mencegahku untuk menghindar kecuali karena Rasulullah Shalallahu‘alaihi Wasallam yang sedang tidur di atas pahaku. Rasulullah Shalallahu‘alaihi Wasallam terus tertidur hingga subuh dalam keadaan tidak bersuci. Lalu Allah menurunkan ayat tentang tayammum. Usaid bin Al-Hudhair mengatakan, “Ini bukanlah awal keberkahan kalian wahai keluarga Abu Bakar”. Lalu kami pun menyiapkan unta yang sedang aku tumpangi, ternyata kalung itu berada di bawahnya”. (HR. An Nasa-i no.309, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan An Nasa-i)

Rasulullah Shalallahu‘alaihi Wasallam yang mulia saja tidak bisa menerawang barang hilang yang ada di dekatnya, apatah lagi si ‘ustadz’ ? Dan beliau tidak terpikir untuk melakukannya (menerawang). Beliau mengambil sebab yang benar untuk mendapatkannya, yaitu dengan mencari. Dan, andai meminta bantuan jin itu halal, sudah barang tentu tidak sulit bagi beliau melakukannya.

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita dan seluruh kaum muslimin.