Pertanyaan:
Mengapa syirik dikatakan sebagai kezhaliman yang paling fatal?

Syaikh Abdullah Al Faqih hafizhahullah menjawab:

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد

Pertama, kesyirikan itu merupakan perbuatan menyerupakan makhluk dengan Allah, dalam sifat-sifat ilahiyah Allah. Jadi kalau ada orang yang beribadah kepada Allah namun dia juga berbuat syirik kepada sesuatu, maka ia menyerupakan sesuatu itu dengan Allah. Inilah bentuk kezhaliman yang paling fatal. Allah Ta’ala berfirman:

إِنّ الشّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ.

Sesunggunya kesyirikan itu adalah kezhaliman yang sangat fatal” (QS. Luqman: 13)

Kedua, syirik itu menyematkan sifat kekurangan dan keburukan kepada Allah. Orang yang berbuat syirik, sama saja ia menyematkan sifat kekurangan dan keburukan kepada Allah, padahal Allah telah menafikan semua sifat kekurangan dan keburukan dari diri-Nya. Inilah bentuk penentangan terparah terhadap Allah Ta’ala.

Ketiga, orang yang berbuat syirik tidak mengagungkan Allah dan tidak murni cintanya kepada Allah. Karena dalam dirinya tercampur rasa cinta serta pengagungan kepada makhluk juga.

Keempat, orang yang berbuat musyrik telah berprasangka buruk kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali” (QS. Al Fath: 6)

Kelima, kesyirikan menyelimuti setiap pribadi dan masyarakat dengan kegelapan yang bertumpuk-tumpuk.

Bagi yang ingin mendapatkan faidah lebih banyak lagi tentang hal ini silakan merujuk pada kitab Kasyfus Syubuhaat karya Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.

Sumber: http://www.islamweb.net/ver2/fatwa/ShowFatwa.php?lang=A&Id=100943&Option=FatwaId