Pertanyaan:

Wahai Syaikh yang saya hormati, Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. Bolehkah seseorang mengatakan “Ini negeri yang terlaknat“, atau semisal itu ?

Syaikh Dr. Khalid Al Mushlih Hafizhahullah menjawab:

Bismillahirrahmanirrahim,
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh,

Jawabannya, jika ada seseorang yang mengatakan bahwa sesuatu hal itu terlaknat, baik itu berupa benda hidup ataupun benda mati, tidak lepas dari 2 kemungkinan:

  1. Ia melakukan itu dalam rangka memberi tahu, tentu saja ini harus didasari dalil-dalil yang shahih dari Allah Ta’ala atau dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Misalnya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi (2322) dan Ibnu Majah (4112) dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, beliau berkata:

    سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ألا إن الدنيا ملعونة ملعون ما فيها، إلا ذكر الله وما والاه، وعالم أو متعلم

    “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama‘ ”
    Jika ada orang yang memberi tahu bahwa dunia itu demikian keadaannya sebagaimana hadits ini, maka ia telah bersandar pada dalil.

  2. Ia melakukan itu dalam rangka sekedar ingin melaknat, maka ini tidak diperbolehkan, karena inilah yang dimaksud oleh banyak dalil yang melarang melaknat. Semisal sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

    ليس المؤمن بالطعان ولا باللعان، ولا بالفاحش البذيء

    Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, berkata kotor dan berbuat kasar
    Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad (3646) dan At Tirmidzi (1977) dari Alqamah dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu dengan sanad yang shahih. Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim (2598), dari sahabat Abu Darda Radhiallahu’anhu, beliau berkata:
    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يكون اللعّانون شفعاء ولا شهداء يوم القيامة
    “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Orang-orang yang suka melaknat tidak akan memberi syafa’at dan tidak akan dibangkitkan sebagai syuhada di hari kiamat‘”
    Demikian juga hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud (4905) dari sahabat Abu Darda Radhiallahu’anhu dengan sanad yang jayyid, Abu Darda berkata:

    قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن العبد إذا لعن شيئا صعدت اللعنة إلى السماء فتغلق أبواب السماء دونها، ثم تهبط إلى الأرض فتغلق أبوابها دونها، ثم تأخذ يمينا وشمالا، فإن لم تجد مساغا رجعت إلى الذي لعن، فإن كان أهلا وإلا رجعت إلى قائلها

    Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Ketika seorang hamba melaknat, laknatnya itu naik ke langit. Namun pintu-pintu langit tertutup. Kemudian laknat itu pun akan turun lagi ke bumi, namun pintu-pintu bumi telah tertutup. Laknat itu kemudian bergerak ke kanan dan ke kiri, jika tidak mendapatkan tempat berlabuh, dia akan menghampiri orang yang dilaknat, jika memang ia layak dilaknat. Namun jika tidak, maka laknat itu akan kembali kepada orang yang melaknat
    Ditegaskan lagi oleh hadits yang diriwayatkan Ahmad (3831) dengan sanad yang jayyid, dari sahabat Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu, ia berkata:

    سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: اللعنة إذا وجهت إلى من وجهت إليه، فإن أصابت عليه سبيلا أو وجدت فيه مسلكا وإلا قالت: يا رب وُجِّهت إلى فلان فلم أجد فيه مسلكا، ولم أجد عليه سبيلا، فيقال لها: ارجعي من حيث جئت

    Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Laknat yang diucapkan seseorang, ditujukan kepada seseorang yang lain, jika memang layak maka laknat akan mengenainya. Jika tidak layak, maka laknat akan mengadu kepada Allah: ‘Ya Rabb, aku (laknat) ditujukan kepada si Fulan, namun aku tidak menemukan jalan untuk sampai kepadanya (karena tidak layak dilaknat)’. Maka dikatakan kepada laknat: ‘Kembalilah kepada tempat kau berasal‘ “

Sumber: http://www.almosleh.com/almosleh/article_1512.shtml