Ini kisah nyata yang diceritakan oleh Pak Agung Suyono dalam milis fatwa Pengusaha Muslim, berikut ini ceritanya:

Sekedar sharing ttg kebiasaan orang Indonesia yang suka mengait-ngaitkan…  Saya pernah mendengar seorang ustadz, yang kebetulan adalah pembimbing jamaah haji.  Pada suatu ketika, beliau bersama rombongannya ziarah ke raudhah di masjid nabawi.  Kemudian salah seorang jama’ahnya berdoa dengan khusu’-nya di raudhah dengan mengangkat tangannya, sampai matanya merem2 saking sungguh2nya.  Si ustadz tersebut, yang memperhatikan jama’ah yang berdoa tsb sambil memegang tasbih, didatangi salah seorang jama’ah lain di rombongan tsb.  Kemudian ditanya yang lebih kurang: ‘Ustadz, boleh tidak tasbih-nya saya minta…’.  Tanpa tahu maksudnya utk apa, ustadz tsb memberikan tasbihnya.  Kemudian jama’ah yang meminta tasbih tsb mejatuhkan tasbih tsb ke tangan si jama’ah yang sedang berdoa dengan khusu’ tadi….  Pluk…  Kemudian pergi….

Wal hasil, sampai di pondokan, apa cerita jama’ah yang berdoa dengan khusu’ tadi?  Lebih kurang ini yang disampaikan: ‘Ustadz, saya tadi sedang khusu’ berdoa di raudhah, tiba2 ada malaikat melempar tasbih…’ :).

Saya yakin ada sedikit atau banyak faedah dari kisah ini. Diantaranya, ternyata kebanyakan kita, inginnya, amal kebaikan kita dibalas oleh Allah secara instan, cepat dan nyata.