Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Majelis Penelitian Ilmiah dan Fatwa Islam) di Kerajaan Saudi Arabia telah mengikuti perkembangan tragedi yang memilukan, yaitu apa telah dan tengah terjadi pada sebagian saudara kita kaum muslimin di Palestina, terutama saudara kita di Jalur Gaza. Mereka telah menjadi korban kelaliman dan pembantaian yang dilakukan terhadap anak-anak kecil, kaum wanita, orang-orang tua, juga pelanggaran terhadap hal-hal yang dilarang lainnya, juga pengrusakan bangunan dan rumah-rumah serta menciptakan teror bagi para penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah sebuah kejahatan dan kezhaliman terhadap hak-hak bangsa Palestina.

Peristiwa yang menyakitkan ini mewajibkan kaum muslimin untuk bangkit bersama saudara kita di Palestina untuk saling bekerja sama memberikan bantuan dan pertolongan, serta berusaha dengan segenap kemampuan dan segala sebab serta cara yang memungkinkan, untuk mengakhiri kezhaliman terhadap mereka ini. Sebagai bukti eratnya persaudaraan yang dilandasi iman. Allah Ta’ala berfirman:
إنما المومنون إخوة
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara” [Al Hujurat: 10]

Allah Ta’ala juga berfirman:
والمؤمنون والمؤمنات بعضهم أولياء بعض
Artinya: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. [At-Taubah: 71]

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
المؤمن للمومن كالبنيان يشد بعضه بعضا وشبك بين أصابعه
Artinya: “Persaudaraan seorang mu’min terhadap mu’min yang lain bagai sebuah bangunan yang bagian-bagiannya saling menopang, lalu beliau menautkan jari-jemarinya”. (Muttafaqun ‘Alaihi)

Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالحمى والسهر
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dan sabda beliau Shallallahu’alaihi Wasallam:
المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله ولا يسلمه ولا يحقره
Artinya: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dia tidak boleh menzhalimi saudaranya, tidak boleh menipunya, tidak boleh memperdayanya dan tidak boleh meremehkannya”. [HR. Muslim]

Pertolongan yang bisa diberikan dapat meliputi banyak bidang, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan sesuai dengan perkembangan keadaan. Baik berupa pertolongan fisik maupun non-fisik. Baik yang berasal dari masyarakat muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dll, maupun yang berasal dari pemerintah negara-negara Arab atau pemerintah negera-negara Islam, yang pengirimannya mudah bagi mereka. Atau dapat juga menjadi pendukung bantuan-bantuan tersebut. Atau bantuan yang dilakukan melalui keputusan-keputusan hukum yang dihasilkan dari perkumpulan atau dewan-dewan kepemerintahan. Ini semua termasuk saling membantu dalam kebaikan dan ketaqwaan yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وتعاونوا على البر والتقوى
Artinya: “Saling tolong-menolonglah kalian di dalam kebaikan dan ketakwaan”. [Al Ma’idah: 2]

Pertolongan yang dapat diberikan juga dapat berupa nasehat yang diucapkan dengan rendah hati, serta menunjukki saudara-saudara kita di Palestina kepada jalan-jalan kebaikan. Selain itu juga, bantuan yang paling besar yang dapat diberikan adalah mendoakan mereka setiap saat. Mendoakan agar Allah membebaskan mereka dari bencana dan kesulitan, agar Allah memperbaiki keadaan mereka dan membimbing amal dan pikiran mereka.

Demikianlah, maka kami menasehatkan saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina agar betaqwa kepada Allah Ta’ala, serta senantiasa memohon ampunan kepada-Nya. Sebagaimana kami juga telah memberi nasehat kepada mereka untuk bersatu di atas kebenaran serta meninggalkan perpecahan dan perselisihan, juga menutup segala celah yang bisa dimanfaatkan musuh yang senantiasa berusaha dan akan terus berusaha menambah kezhalimannya dan berusaha membuat kaum muslimin lemah.

Kami pun menghasung saudara-saudara kami di Palestina untuk menempuh sebab-sebab yang dapat mengakhiri kezhaliman di negeri mereka dengan niat yang ikhlas beramal karena Allah Ta’ala dan mengharap ridho-Nya, serta memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala dengan perantara sabar dan sholat. Juga diharapkan agar mereka senantiasa bermusyawarah dengan para ulama yang bijaksana dalam setiap hal. Semua ini akan membawa mereka kepada petunjuk dan kebahagiaan dari Allah Ta’ala.

Sebagaimana kami pun mengajak pada ahli ilmu dan organisasi-organisasi masyarakat di seluruh dunia untuk memberikan perhatian pada bencana yang terjadi ini, dengan pandangan intelektual dan keadilan untuk mengambil kembali hak-hak bangsa Palestina juga mengakhiri kezhaliman pada mereka sampai mereka dapat hidup dengan mulia. Pada kesempatan ini juga kami berterima kasih kepada orang-orang telah iba dan memberikan pertolongan serta bantuan, baik secara kolektif oleh negara maupun individual.

Kami memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi untuk menghilangkan kesedihan dari umat ini, untuk memuliakan agama-Nya, untuk meninggikan kalimat-Nya, untuk menolong wali-walinya, dan menghancurkan musuh-musuh ummat-Nya, serta menjadikan tipu daya mereka menjadi bumerang bagi mereka sendiri, serta mencukupkan kejahatan mereka yang menimpa kaum muslimin. Sesungguhnya Allah Maha Penolong dan Maha Kuasa atas itu semua.

وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان الى يوم الدين.

Majelis Dewan Fatwa Saudi Arabia
Pimpinan Umum Majelis Ulama
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh
Beserta Anggota Tetap Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’

[Diterjemahkan dari Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ Tashdiru Bayanan Haula Karitsatil Ghaza, http://www.alifta.com. Diterjemahkan oleh Yulian Purnama]