Beli Rumah Nyicil Tanpa KPR


Setelah ngobrol-ngobrol ringan soal jual-beli rumah dan tanah dengan ayah saya, terpikir sebuah konsep membeli rumah dengan menyicil tapi tidak lewat KPR. Mungkin anda bertanya, apa mungkin?

Sebelumnya, transaksi jual-beli rumah lewat bank atau sering disebut KPR, jelas-jelas merupakan transaksi hutang-piutang. Karena bank tidak boleh melakukan transaksi jual-beli. Dan pelajaran dasar dalam hukum riba yang sudah kita ketahui semua: ketika ada keuntungan dari hutang-piutang, maka itu adalah riba. Silakan baca ini dan ini untuk lebih jelasnya.

Padahal rumah seakan sudah menjadi kebutuhan primer di masa ini. Harganya yang minimal puluhan juta membuat sebagian orang mengerenyitkan dahi. ‘Kalo engga kredit lewat bank kapan mau punya rumah?‘, kata orang. Lebih lagi, kalau hutang ke teman atua bos yang tanpa riba sebesar 50 juta misalnya, apa ada yang mau meminjamkan? Nah berikut ini ide membeli rumah dengan nyicil tanpa riba dari saya. Mungkin ide ini konyol, aneh, atau ide yang buruk menurut anda. Anyway, sekedar menumpahkan apa yang ada di benak.

Begini idenya…

Menabunglah sampai nominal yang kurang dari 10 juta, 7 juta misalnya. Jika sebulan bisa save 1 juta, dengan 7 bulan konsisten menabung akan terkumpul. Lalu cari tanah yang dijual dengan harga belasan juta, dan harga jualnya tinggi. Misalnya kita dapat tanah seharga 15 juta. Carilah pinjaman ke teman atau atasan (yang tanpa riba) sebesar 8 juta hingga anda bisa membeli tanah tersebut. Setelah tanah terbeli, cicil hutang anda selama 8 bulan, dengan konsisten menyisihkan 1 juta sebulan. Oiya, untuk sampai tahap ini anda juga bisa membeli tanah di sini, dengan mencicil.

Setelah punya tanah, jual tanah tersebut dengan harga lebih mahal. Dalam rentang waktu 8 bulan biasanya harga tanah sudah meningkat. Misal anda jual dengan harga 18 juta. Setelah uang 18 juta ditangan, cari tanah yang lebih luas lagi seharga 20-an juta. Katakanlah kita dapat tanah seharga 25 juta. Carilah pinjaman lagi (yang tanpa riba) sebesar 7 juta. Setelah tanah terbeli, cicil hutang anda selama 7 bulan, dengan konsisten menyisihkan 1 juta sebulan.

Setelah lunas, jual tanah anda seharga 28 juta misalnya. Setelah uang 28 juta ditangan, cari tanah yang lebih luas lagi seharga 30-an juta. Katakanlah kita dapat tanah seharga 35 juta. Carilah pinjaman lagi (yang tanpa riba) sebesar 7 juta. Setelah tanah terbeli, cicil hutang anda selama 7 bulan, dengan konsisten menyisihkan 1 juta sebulan.

Setelah lunas, jual tanah anda seharga 38 juta misalnya. Setelah uang 38 juta ditangan, cari tanah yang lebih luas lagi seharga 40-an juta. Katakanlah kita dapat tanah seharga 45 juta. Carilah pinjaman lagi (yang tanpa riba) sebesar 7 juta. Setelah tanah terbeli, cicil hutang anda selama 7 bulan, dengan konsisten menyisihkan 1 juta sebulan. Walhasil kini anda memiliki tanah yang bisa dijual 48 juta. Juallah tanah anda.

Setelah 48 juta di tangan, carilah rumah yang seharga 50-an juta. Cari pinjaman lagi (yang tanpa riba) untuk menutupi kekurangannya. Dengan uang 50-an juta sudah bisa membeli rumah tipe 21. Syukurilah, biar kecil tapi milik sendiri.

Dengan konsep dan asumsi di atas, bila konsisten, dalam 30 bulan anda sudah bisa memiliki rumah. Atau paling tidak, jika skenario di atas tidak berjalan baik, anda sudah memiliki properti berupa tanah. Tanah tersebut bisa menjadi investasi anda atau bisa anda bangun rumah di atasnya sedikit-demi-sedikit.

Jadi, punya rumah tanpa kena riba? Insya Allah bisa.

About these ads

96 responses to “Beli Rumah Nyicil Tanpa KPR

  1. ustd, mau tanya dong, kalau dengan sistem pinjam uang di bank syariah? dengan istilah akad menurut anda itu riba tidak?

    pertanyaan kedua, semisal meminjam uang dibank dengan jaminan sertifikat rumah orang tua atau sodara itu bagaimana hukumnya dalam islam

    terimakasih.

    • halah, awik. sejak kapan kamu manggil saya ustad?

      pertanyaan pertama
      kayaknya kamu belum paham bener transaksi di bank syari’ah nih, akad itu banyak macamnya. mungkin yang kamu maksud itu akad mudharabah dan murabahah.

      kalo mudharabah, bank memodali usaha kita, nanti kita harus balikin modal lalu setelah itu bagi hasil dengan bank. sebenernya ini boleh, tapi usaha itu ada khan kadang untung kadang rugi. mudharabah yang syar’i itu kalo rugi ya pemodal ikut rugi. nah realita di bank syari’ah kalo usaha rugi, bank ngga mau tau yang penting modal harus tetep balik. jadi akad mudharabah di bank syari’ah itu sebenernya ya hutang-piutang biasa.

      kalo murabahah, ilustrasinya: Ian mau beli rumah di Griya Jogja Kembali, lalu bilang ke bank. Bank membelikan rumah di Griya Jogja Kembali, lalu menjual ke Ian dengan kredit, dan harganya lebih mahal dari harga beli. Sebenernya ini boleh. Tapi realitanya, menurut UU bank ngga boleh jual-beli, jadi bank ngga bisa membelikan rumah buat Ian. Yang terjadi pada realitanya adalah bank minjemin uang ke Ian untuk bayar rumah ke developer Griya Jogja Kembali, terus Ian bayar uang itu nyicil ke bank dengan jumlah lebih. Nah, ini jelas riba tho.

      pertanyaan kedua
      yang jadi masalah, ada ngga pinjaman bank yang balikinnya jumlahnya sama alias tanpa riba?

  2. ngurus surat tanah 1 aj ribet, apalagi banyak dan berbeda tempat, belum lagi kalo ad sengketa, kaya nya itu ribet deh…

  3. Assalamualaikum.Menurut anda UU bank tidak memperbolehkan bank jual beli rmh…tp saya kok dibelikan ya? trus rmh itu di jual ke saya dgn hrga lbh tinggi

  4. Kang, kl metodenya seperti itu. apakh tidak seharusnya pinjaman yang terjadi berbentuk pinjaman untuk modal? berarti pula, si pemberi pinjaman berhak untuk mendapatkan bagi hasil dari keuntungan tanah yang kita jual lg.
    thank’s

  5. Idenya bagus dan menarik, tapi ada beberapa point yg kurang diperhitungkan disini:
    1.Tingkat Inflasi: Dalam 30 bulan belum tentu rumah tipe 21 akan sama harganya, saat kita memulai cara ini
    2.Jeda pengurusan tanah+biaya tambahan:Penjualan tanah ga semudah jual kendaraan…pasang iklan,laku,transaksi…proses survei, pengurusan surat, biaya notaris, biaya org jaga tanah dll dan kesemuanya membutuhkan biaya yg ga sedikit…kalau ga diperhitungkan malah justru akan menguras dana…bahkan tabungan untuk mencicil jd terganggu
    3.Harga jual lebih rendah: Tanah adalah bentuk asset yg “unik” bisa harganya langsung naik, sebaliknya bisa juga turun…dan ini susah di prediksi
    4.Jangka waktu: Dalam kenyataan nya, seperti yg saya sebutkan di poin2…ada banyak hal2 yg perlu diperhatikan dalam pembelian tanah+pengurusan administrasi secara umum…diatas kertas bisa disebutkan 30 bulan…tapi…dalam kenyataan nya bisa lebih….
    ————————–
    Jadi apa masih mungkin beli rumah tanpa riba? IMHO masih bisa….cuma kalo anda menawarkan strategi lebih ke “duniawi”…hahaha…saya lebih sreg dengan strategi Ust.Yusuf Mansur…yg mengajak kita “bisnis” sama Gusti Allah….
    Perbanyak sedekah, santuni anak yatim secara reguler….apa yg kita keluarkan akan di balas 10x lipat…margin nya emang ga bisa di prediksi tapi sudah pasti Gusti Allah mbales….Dia udah janji ko…ga mungkin bohong…
    Bahasa orang awam nya, nabung aja dulu+banyak sedekah…pasti josss….
    ————————-
    Tapi sekali lagi…ide nya bagus, walau hanya bagus di tataran konsep dan wacana…tidak dalam praktek…..hahahahaha…

    • Iya saya juga khan sudah katakan, mungkin ini ide konyol. Tapi setidaknya bukan 100% mustahil. Soal sedekah, saya juga pernah bahas lho: http://kangaswad.wordpress.com/2009/08/29/dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan/

      Tapi, sedekah dan doa itu juga dibarengi usaha. Kata para ulama, tawakkal yang benar itu harus dengan usaha. Yang di atas itu salah satu bentuk usaha.
      Mungkin selama ini orang yang mau menghindari riba hanya menjalani usaha berupa: nabung terus atau memutar uang dengan bisnis. Namun kenyataannya tidak semua orang bisa demikian.

      • idenya gak konyol, saya dulu pernah ketemu orang, qadarullah karena kecelakaan, waktu main silaturahmi untuk jenguk si bapak, malah cerita ngalor ngidul, salah 1nya tips punya rumah tanpa riba seperti dijelaskan di atas, tapi dengan sedikit modifikasi.
        jadi si bapak yg cuma pegawai biasa, selalu berusaha dapat setoran lebih (lembur, gantikan temannya, dinas, dll), setiap terkumpul 7-10 jt, dibelikan tanah di daerah, tapi yg prospek (malang, mojokerto, surabaya coret, gresik, dll), lama2 si bapak bisa nabung hingga 20jt, masih tetap dibelikan tanah. lalu setelah periode waktu tertentu (saya lupa persisnya, antara 5-10 tahunan), sebagian tanahnya dijual untuk beli rumah.

        sekarang si bapak masih megawe, tapi udah mau pensiun, dan kerjanya gak ngoyo, sudah punya rumah, mobil, usaha air isi ulang, dan masih punya simpanan tanah (sebagian malah sudah dikonversi jadi rumah dengan harga jual yg lebih tinggi lagi).

        pingin ngikutin jejaknya tapi perlu disiplin tinggi, kalo sekarang duit tabungan selalu habis sebelum jadi tanah :)

  6. Dlm 30bulan kita juga ngutang terus..
    Prefer ngutang ke bank deh, krn klo ngutang k tmn/relasi, hubungannya jd gakenak..
    Betull ngurus tanah ga semudah itu.. Kita hrs sering2 gakmasuk kerja

    Ngutang d bank syariah aj..
    Insya Allah kita ttp selalu berpenghasilan shga ga ad tuh istilah ga bs bayar

    • Saya sarankan jangan ngutang ke bank mbak, karena tidak ada ngutang ke bank sekian kembalinya juga 100% sekian. Jika ada tambahan itu riba, walau di bank syariah sekalipun. Dan riba itu dosa yang sangat sangat serius sekali. Sejauh yang saya tahu, berhutang yang kembalinya bisa utuh 100%, itu ya cuma ke teman (yang baik).

      Silakan baca artikel : http://pengusahamuslim.com/tanya-jawab-bolehkah-meminjam-uang-di-bank-syariah
      Juga artikel-artikel lain di web tersebut yang mengupas tentang bank syariah.

      Berhutang itu bukan hal tercela dalam Islam, kalau riba jelas tercela. Bahkan pahala besar dijanjikan bagi orang yang mau menghutangkan.

  7. ide yang menarik, Ogisy menyukainya. Riba sangat merajalela saat ini bahkan persyaratannya pun semakin dipemudah. Hanya iman yang bisa menolaknya. Insya Allah, saya sama istri bertekad untuk memiliki rumah tanpa riba.

  8. kalau sudah terjadi gmn yaa? dr dulu sy suka pinjam uang dr bank u beli sesuatu yg nilainya besar,krn gak sanggup beli cash.jadi semua bentuk pinjaman dr bank itu riba ya?

    • Jika jumlah uang yang dikembalikan lebih besar dari yang dipinjam, pasti riba. Dan saya tidak tahu ada bank yang pengembaliannya sama dengan pinjamannya.
      Kalau sudah lewat, dan karena belum tahu, insya Allah tidak berdosa. Kalau masih belum lunas, segera lunasi sesegera mungkin.

      Sebetulnya sekarang sudah banyak toko yang menjual barang secara kredit tanpa pihak ketiga. Jadi barang dimiliki oleh si toko sendiri. Harga kredit lebih besar dari harga cash, tidak masalah. Inilah praktek kredit yang tidak riba.

  9. Yang jadi permasalahannya adalah :
    1. Adakah jaman sekarang teman atau saudara atau siapapun yg ikhlas dipinjami uang dengan jangka waktu sekian bulan tanpa imbalan sepeserpun atau bahkan mungkin rugi? Kalau ada beritahu saya, karena saya akan pinjam uangnya buat tambahan modal usaha saya.
    2. Siapakah yang berani menjamin umur kita sampai ke sekian bulan berikutnya?

    • 1. Anda lebih tahu dari saya tentang teman dan saudara anda
      2. Tidak ada yang tahu usia kita. Maka, jangan sampai ikut program riba jangka panjang. Bisa-bisa belum kita taubat dari riba, ajal sudah menjemput. Kalau hutang, cukup dilunasi oleh ahli waris atau yang rela melunasi hutang orang yang meninggal, selesai perkara. Tapi kalau riba, perkaranya ngeri nanti di akhirat.

  10. klo ana yg cm pdagang kcil2an.. ana sisihkan sbagian rizky tiap bln utk ditabung dr taon 2000 ampe 2010, bru ana cb cari2 rmh & dpt.. alhamdulillah dr tab yg 10taon tsb terkumpul 1/2 dr hrg rmh, utk membeli&lgsg melunasi rmh tsb, sparonya lg ana pinjam dr org tua [dgn niat akan ana cicil tiap bln sperti biasa klo ana nabung, cm kali nie cicilan ana lgsg berikan kpd ortu] dan ana rasa siapapun ortu/saudara qt yg berniat & mampu membantu dgn tulus pasti takkan mengharapkan utk mendapatkan bunga dr dana yg tlah mreka pinjamkan!! itu jg yg ana alami. ampe skg udah jln 2th ana pny rmh sndiri disbuah perumahan, alhamdulillah proses ngangsurnya jg msh lancar, smg 7th lg bs lunas!! [maaf bwt admin, karena yg ana share cm ada korelasi sdikit aja dgn ide anda, yg jls msh sama2 tnp riba, inshallah] :)
    [just intermezo: ternyata harapan pny rmh lebih mudah yaa drpd mencari jodoh?! hehee.. truz ikhtiar tp Allah blm ijabah jg].

      • antum benar akhi. :) oya skdr bwt bayangan yg laen, dr awal ana nabung ampe skg nyicil, nominalnya 300rb :) jd bs diitung kan brp kisaran hrg rmh tipe.21/56m dikota ana [wonosobo] 10th tabungan tambah +-9th angsuran. &sama jg disini utk 100rb ato 150rb/meter udah bs dpt tanah kapling yg layak huni kok.

  11. Ping-balik: Cara Menyicil Membeli Rumah Tanpa Riba KPR « Desa Islam·

  12. COba invest emas saja…. InsyaAlloh klo dengan hitungan seperti itu bisa terencana dengan baik…. dan resikonya juga kecil… baik inflasi maupun biaya perawatannya… beli emas trus di simpan di savety box di bank… InsyaAlloh aman dan terencana…. klo tanah saya rasa sebagai aktiva (kekayaan) kurang fleksibel dalam pencairan dalam bentuk uang… beda dengan emas….

      • saya sudah investasi emas.. hasilnya..
        harga emas turun naik.. salah kalau bilang emas itu pasti naik.. apalagi di krisis global di tahun 2012 ini..
        jadinya dengan emas kita ber spekulasi.. kalau emas tinggi di jual.. kalo masih rendah di tahan..
        so… spekulasi itu juga di larang dalam islam..
        sekarang emas sudah saya jual dengan harga lebih murah 1jt.. yah meskipun rugi.. jd gak kepikiran terus “kapan.. ya.. emas naik..!!” << spekulasi..

        just shering..
        saya takut terjebak riba..
        tapi saya terjerumus spekulasi..

      • Harga pasar memang fluktuatif, demikian juga untung-rugi pun fluktuatif, ini hal biasa. Orang jual-beli barang apapun mengalami hal ini. Jadi ketidak-jelasan keuntungan yang didapat bukanlah spekulasi yang diharamkan dalam Islam. Karena untung-rugi itu sendiri memang rahasia Allah. Kita buka warung di pagi hari, ketika itu kita tidak tahu di akhir hari akan untung atau tidak.

        Yang diharamkan dalam Islam adalah gharar, yaitu ketidak-jelasan transaksi. Misal, saya beli dengan uang 100rb, dapat barangnya belum tau seberapa. Atau dapat barangnya belum tau apa.

      • yep, setuju, kalo jangka panjang ( > 2thn) emas masih pilihan terbaik, kalo nabung duit pasti dimakan inflasi (apalagi kabarnya januari ada redenominasi)

        tapi ana lihat sekarang emas pun, apa lagi yg batangan (LM/antam) sudah jadi komoditas, harga jualnya pasti dibedakan (selisih lumayan) sama olho, kalo punya toko kepercayaan (ortu atau nenek) main olho masih prospek, tapi kalo nggak di antam juga gpp, asal jangan buat nabung kurang dari 2thn (risiko ruginya gede, baca komen soal spekulasi bang rianto).

        oya, sekedar meluruskan, emas tidak pernah bersifat investasi, cuma sekedar proteksi (menjaga nilai), kalo mo investasi beneran ya beli barang kayak tanah, atau kambing/sapi (kalo pinter rawatnya bisa nambah :)

    • benar sekali, saya juga begitu. tiap bulan saya sisihkan gaji untuk beli/cicil logam mulia. Setelah lunas logam nya saya gadaikan, uang nya saya beli rumah so logam ada rumah punya alhadulliah

  13. Barokallohufiik,
    Masya-Allah sebuah idea yang bagus. Bisa juga begini Akh, saat pertama kali kita mendapatkan tanah dari uang pinjaman bisa saja langsung dicicil untuk membangun rumah apa adanya. Memang tantangannya adalah harus bersabar. Insya Allah, Allah akan memberikan rejeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

  14. Kalo itung2an saya proses di atas butuh waktu 38 bulan, dan selama itu harus nabung 1 juta setiap bulannya dan selama itu juga dari transaksi jual-beli tanah hanya memberikan untung 12 juta yang dirata2kan 315 ribu sebulannya. Itupun dalam kondisi ideal, tanpa biaya balik nama, pensertifikatan tanah, biaya saksi2, RT, RW, Kades/Lurah, dan lain2….kalo memang disyaratkan “ngempet” ya nabung aja sebesar 1.315.700 rupiah selama 38 bulan, hasilnya juga hampir sama…..

  15. terima kasih atas info dan masukannya, saya tidak paham tentang jual bei tanah dan seluk beluknya, kalau semisal di alihkan ke emas mungkin tidak ada yang pernah mencoba

  16. Ada ide lain smoga bisa bmanfaat, kerabat sy seorang ob, dengan gajinya yg pas”an spertinya gak kbayang punya rmh sdiri. Akhirnya dia memberanikn diri pinjam duit tanpa riba ke saudaranya utk beli tanah, stelah lunas dia pinjam lg utk buat pondasi, stelah lunas dia pinjam lg utk nembok, stelah lunas dia pinjam lg utk buat atap. Alhamdulillah akhirnya. Jadi sbuah rumah yg menaungi keluarganyan yg insya Alloh berkah krn tanpa riba

    • kalo dikampung di blitar sini, udah biasa tabungan bentuk bahan bangunan, jadi triknya ginni, bu:
      1. beli tanahnya dulu,
      2. ada duit dikit main ke toke, eh toko bangunan, beli pasir, titip dulu
      3. ada duit lagi, beli batu kali, titip dulu
      4. ada duit lagi, beli semen, titip dulu
      5. ada duit lagi, cari tukang, tabungannya diambil bikin pondasi
      6. ulangi dari langkah 2 untuk; tembok, atap, finishing

      catatan: cari toko bangunan yg kenal (tetangga, sodara, dll), dan tiap transaksi kudu disimpan hitam di atas putihnya.
      dari yg sudah pernah menjalani (mertua): makan waktu sekitar 5thn sampe rumah jadi

  17. sedikit urun rembug… penambahan jumlah uang saat mengembalikan hutang kayaknya gak bisa dihindari. Kecuali hutangnya itu berupa barang, misal emas, perak, tanah, dll. Hutang emas 25 gram ya harus dikembalikan 25 gram. Tapi kalo emas itu dinilaikan ke rupiah pasti akan berbeda (bertambah) jumlahnya antara dulu saat meminjam dan nantinya saat pengembalian. Ini dikarenakan nilai emas selalu naik sedang nilai uang cenderung turun, istilahnya inflasi. Nah, poin yg saya tekankan disini adalah apakah penambahan jumlah hutang (uang) saat pengembalian itu memang riba, atau hanya karena inflasi?

    • Yang diperintahkan oleh agama, uang bayar uang, emas bayar emas, dan tidak boleh menunda pembayaran ketika sudah ada kemampuan membayar.

      Kalau kita bicara perubahan nilai, ingat, selain ada inflasi ada juga deflasi. Tidak hanya emas, uang kertas pun terkena inflasi-deflasi. Berhutang 2000 rupiah tahun 1990, baru dibayar sekarang, tentu nilainya sangat berbeda. Jadi intinya, kalau dilihat dari sisi nilai, menghutangi orang itu kadang bisa membuat untung (kalo deflasi) kadang membuat rugi (kalo inflasi).

      Memang dalam Islam itu, menghutangi adalah kegiatan tolong-menolong, sebaiknya tidak menghitung untung-rugi. Jadi murni ingin menolong. Perkara nantinya ternyata untung ya biasa saja, atau ternyata nantinya rugi ya juga sudah siap.

  18. mas, UU yang mana yang ga ngebolehin bank jual beli? udah cek UU perbankan syariah?
    setau saya, kalo akadnya murabahah, negara mengakuinya jual beli. soalnya bank syariah terutang pajak penjualan..

    • dalam ketentuan agama, ada namanya qabdh, yaitu perpindahan kepemilikan dalam jual-beli. C mau beli barang dari A, B sebagai pihak ketiga. maka setelah ada pemindahan kepemilikian dari A ke B, barulah boleh C beli dari B.

      Nah sekarang, rumah yang dibeli secara kredit itu sebelum lunas, milik bank atau milik developer? faktanya, masih milik developer.

      • dalam pembelian rumah sy dengan kredit itu, di sertifikatnya akan dicantumkan bawa pemilik propertinya adalah Bank karena dia yg melunasi. dengan nama saya dlm tanda kurung yg artinya ketika sudah lunas bisa otomatis balik nama ke nama saya. jadi selama belum lunas pemilik propertinya itu Bank.

      • Terus terang masalah sertifikat dan soal legal lainnya saya tidak paham.

        Yang jelas, kredit konsumsi atau kredit konsumer itu dijelaskan oleh para Bank sendiri begini:

        Kredit Konsumsi adalah consumer credit; personal credit; consumer loan yaitu kredit yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan lainnya kepada pihak perseorangan, termasuk pegawai bank pelapor, untuk keperluan barang konsumsi dengan cara membeli, menyewa, atau dengan cara lain; sin. kredit perseorangan; kredit konsumtif.
        (Sumber: http://www.mediabpr.com/kamus-bisnis-bank/kredit_konsumsi.aspx)

        Salah satu contoh, Bank BTN, menyatakan soal kredit perumahan:

        Sebagai Bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan, dengan bangga kami mempersembahkan KPR BTN Platinum sebagai solusi bagi Keluarga Indonesia untuk memiliki rumah idaman
        (Sumber: http://www.btn.co.id/Produk/Produk-Kredit/Kredit-Perorangan/Kredit-Griya-Utama.aspx)

        Bank Mandiri:

        Mandiri KPR Adalah kredit pemilikan rumah dari Bank Mandiri yang diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dijual melalui developer atau non developer.
        (Sumber: http://www.bankmandiri.co.id/article/378083840178.asp)

        Perhatikan yang digaris bawah, ini sudah sangat gamblang sekali…

  19. Ada temen kerja saya (fakta) dia beli tanah let’s say 25 juta kemudian setahun berikutnya dijual lagi 50 juta trus dia beli lagi tanah yg kisaran 25 juta utk dijual lagi nantinya.
    Kalo misal gaji pas2an ya beli tanah murah trus gak usah dijual lagi…beikutnya nabung buat bangun rumah sedikit demi sedikit.

  20. Orang tua saya pun mengajarkan demikian.. sebisa mungkin jangan berhutang.. untuk masalah beli properti yang nilainya bisa beratus2 kali pendapatan, bisa pinjam sama orang tua. Yang jadi masalah kalau orang tua nya tidak punya uang yang bisa dipinjamkan (misal karena anaknya banyak). Terpaksa jadi kontraktor deh.. hehe..

    btw, kalo nyicil barang pake kartu kredit yang cicilan 0% berarti boleh yah.. kan pinjaman tanpa lebihan..

    • Engga mau ngutang ke orang lain, tapi ngutangnya ke orang tua, ini sah-sah saja. Masih jauh lebih baik daripada ngutang ke bank. Tapi ngutang ke orang itu halal dan bukan hal yang membuat cacat atau aib pada agama seseorang.

      Kartu kredit 0% itu masih ada tambahan dari denda. Kalau telat bayar denda, dan itu tambahan yang riba. Dan kita tidak boleh menyetujui akad seperti itu karena sama saja menyetujui akad riba.

      • halal sih pak.. tapi jarang yang mau dihutangi puluhan/ratusan juta dalam jangka waktu belasan tahun selain orang tua sendiri..

        kalau ga telat kan ga bayar denda dong pak.. kan riba itu selama ada “lebih”nya.. dan rasanya ketentuan ini perlu untuk mendisiplinkan orang yang berutang.. karena kecenderungan orang untuk “telat bayar” dan bahkan “lupa bayar” itu besar (berdasarkan pengalaman sih).

        Seperti halnya kalau saya meminjamkan uang ke seseorang, dia berjanji untuk membayarnya dengan cara mencicil setiap bulan tanggal sekian dengan nominal sekian (total utang dibagi jumlah bulan).. apakah ada yang salah?

      • memang kalau tidak telat, tidak ada biaya tambahan. namun akad (perjanjian) di awal, anda menyetujui jika terjadi telat maka bayar denda. akadnya ini yang bermasalah, dan anda harus menyetujuinya di awal.

  21. Mantap idenya. Jazaakallaahu khayran.
    Memang setelah dipikir2, lebih baik tabungan yang kita miliki dikonversi menjadi aset, baik itu emas, tanah, ataupun yang lain.
    Dalam jangka panjang, harga emas atau tanah cenderung naik.
    Idenya bisa dimanfaatin buat biaya naik haji juga. Syukran.

  22. ide bagus tapi saya punya pendapat lain.
    kalau nunggu sampe 30 bulan mah itu blm tentu kesampaian niat kita dan lama sekali baru punya rumah…. misalkan gajih 1.8 juta nabung 1 jt trs kebutuhan hidup yg lain dari mana?? blm rumah nyewa…
    anggap aja daripada nyewa rumah 500 rb perbulan, saya lbh milih kredit rumah dgn hrg 600 rb per bulan… selain rumah dapat.. kebutuhan yg lain pun Insya Allah.terpenuhi….
    yang penting kalau niat kita baik Insya Allah. Allah akan melancarnkan rejeki kita… semoga kia jauh dari riba

  23. Ide yang bagus…
    Memang, diakui atau tidak praktek perbankan syariah di Indonesia masih sangat jauh dari nilai syariah. Kalo boleh disederhanakan, istilah mengelabui syariah lebih pas. Tepat sekali kalau ada teman yang menjawab ketika ditawari produk bank syariah dg mengatakan, “Tidak, terimakasih tawarannya!”. Karena menurut beliau, dosa bank konvensional itu satu, yaitu memakan riba sedangkan dosa bank syariah saat ini di Indonesia itu dua yaitu memakan riba dan berusaha menghalalkan riba dengan mengelabuhi syari’at. Maka hati-hatilah, jangan sampai kita terjebak dalam istilah syar’i tapi isinya riba.

    Semoga Allah berikan Taufiq dan Karunia-Nya pada kita semua dalam menjauhi riba.

    istilah

  24. Waah, kayaknya susah juga pake teknik itu. Sebelum harga tanah naik, harga rumah malah sudah meroket harganya. Harga rumah kan cenderung lebih cepat kenaikannya daripada tanah..

    • kapan hari di ditekfinance ada bahasan soal ini, coba aja cari, tapi dicurigai kenaikan harga property di indonesia sudah ada indikasi bubble, alias tidak normal (karena mudahnya pinjaman, larinya ke property tapi harga dinaikkan secara tidak wajar) dikawatirkan jika nantinya terlalu banyak seperti ini di lapangan (dan pembeli tidak bisa mengikuti harga tersebut), maka akan pecah krisis moneter jilid berikutnya. lebih jelas soal ini bisa baca2 referensi soal housing bubble sub prime mortgage.
      kalo sampe buble itu ternyata benar, dan terjadi di indonesia, maka harga property akan terkerek turun (dibawah batas normal)

  25. fakta, bahwa kita tidak berkutik dalam jeratan yahudi yang sudah menggurita, sekarang terserah kita apakah kita akan menyerah dalam cengkraman mereka atau kita akan tetap kukuh berpegang dengan ajaran agama kita, kita punya prinsip kawan

      • iya nih kang…. masih 15 tahun lagi :(
        kepinginnya mah bisa segera lunas, meskipun klo lunas sebelum waktunya kena penalti–tah, he-euh pisan nya riba na :( astaghfirullah….

  26. Assalamu’alaikum,
    Maaf, Kang, pertanyaan saya out of topic.
    bagaimana hukumnya mempunyai rekening bank untuk mempermudah transaksi jual beli? karena saya ada olshop, pembayaran dilakukan melalui transfer bank, di rekening bank tsb ada bunga jg ada pajak/ biaya administrasi. bagaimana, Kang? matur nuwun

  27. Paling kang berbisnis dengan menyertakan Allah, apa pun usaha yang kita tempuh…….apa pun keinginan kita lakukan dengan sedekah, berkali kali balasan Allah ini kami rasakan……singkat cerita niatkan saja yang ingin kita capai, seperti ingin punya rumah, tanah, kendaraan, kesehatan, dll……rutin kan melalui sedekah, baik dengan uang, tenaga atau pemikiran untuk membantu sesama dan ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur serta semata mata karena berharap ridha-Nya……nah secara ajaib jalan menuju niat kita tadi tau tau dimudahkan oleh Allah SWT……demikian Kang sepenggal pengalaman kami mudah mudahan bermanfaat

  28. Terima kasih dengan ilmunya kang, sangat bermanfaat bagi saya. sekedar sharing… selain rumah saya juga investasi di pohon kayu yang masa panennya cepat (contoh jabon masa panennya 5-6 tahun), saat ini harga per m3-nya sekitar 1,2 juta, biaya tanam + penyediaan lahan + biaya perawatan + biaya jasa penjualan dll =..???..? tapi tetap menguntungkan di masa panen, dan kita tidak usah kuatir harganya anjlok karena kebutuhan kayu di perusahaan kayu selalu diperlukan bahkan kekurangan bahan baku. Nah sekarang kebetulan ada perusahaan yang menyediakan jasa penjualan bibit + penanaman + penydiaan lahan + perawatan + jasa pemanenan + biaya sertifikat kerjasama ditandatangani notaris + garansi = Rp. 300rb-an per pohon. kalau kita investasi sekarang lalu ditunggu 5 tahun ke depan dengan perkiraan kenaikan harga 10% per tahun, maka harga jual nanti sekitar Rp. 1.8 juta, Dahsyat.. bukaannn. untuk info lebih lanjut bisa hubungi yusepgoldnew@gmail.com. terima kasih.

  29. Halo semua, saya memiliki kesaksian hidup bagi Anda semua saya sedang mencari untuk pinjaman selama bertahun-tahun dan aku jatuh di tangan scammers yang berpura-pura menjadi pemberi pinjaman kredit, sehingga pada satu hari yang sangat setia seperti aku akan melalui internet
    Aku melihat kesaksian hidup seorang wanita muda yang mengatakan dia telah memberikan pinjaman oleh satu orang yang setia Mr.cliam yang merupakan CEO dari perusahaan pinjaman chaleswilliams, jadi saya memutuskan untuk menghubungi bahwa pemberi pinjaman yang sama untuk saya dan itu bekerja.
    Saya sangat senang untuk mengatakan ini kepada Anda semua bahwa saya telah memberikan pinjaman dengan Mr.cliam ini, sehingga bagi Anda untuk mendapatkan Anda menghubungi dia di Email nya: chaleswilliam2345@gmail.com

  30. Apakah Anda membutuhkan pinjaman? Apakah Anda seorang pria atau wanita bisnis dan Anda membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda? Apakah Anda perlu modal untuk memulai bisnis? Apapun masalah pinjaman Anda mungkin, inilah bantuan Anda karena kami menawarkan pinjaman kepada individu dan perusahaan pada tingkat bunga rendah dan terjangkau.

  31. Ide bagus, di tengah kehidupan yang ribawi semacam ini memang sulit mengindari transaksi ribawai, namun bukan suatu alasan pembenaran untuk melakukan transaksi ribawai.

  32. ide yang bagus dan saya mendukungnya 100% dengan cara ini, tapi ada cara yang lebih bagus lagi ( menurut Saya ) silahkan ke website kami untuk mendapatkan kredit rumah dan tanah tanpa bunga tanpa harus cari pinjaman sana sini, insyaallah akan punya rumah dan tanah silahkan berkunjung, dan terima kasih kang aswad sudah posting dan tampilkan komentar ini, sukses terus buat kang aswad

  33. Assalamu’alaikum ya Akhi Ian
    Insya Alloh kita akan bertemu dalam rangka ukhuwah Islamiyah..
    semoga Alloh azza wajalla panjangkan umur kita dan selalu membimbing kita kearah yang dirihoiNya. Allohma Amiin.
    Jazakallohu khoir.
    (Abu Ben Husain)

  34. Kang Aswad, salam kenal.

    Saya termasuk Ayah dan kuli IT jg yang menghindar banget dari RIBA. Bagi saya, dosa riba seperti menzinahi orang tua terlalu berat. Banyak orang yang bilang kalau tidak mau pinjam uang ke bank kapan punya rumah sendiri ?
    Saya hanya percaya salah satu hadits nabi yang bilang, siapa yang meninggalkan sesuatu hal karena Allah maka Allah akan memberikan pengganti lebih baik.

    Dan kang aswad, teori beli rumah tanpa kpr ini ternyata sudah kang aswad buat di blog ini, bagus banget mas, saya setuju cara dan jalan ini. Terimakasih udah bagi saran tambahan juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s