Bolehkah Jin Tinggal Di Tubuh Manusia?


Pertanyaan:
Bolehkah jin yang shalih tinggal di tubuh manusia? Mohon sertakan dalil. Padahal jin yang shalih seringkali mengajak dan membisikan orang tersebut untuk mendengarkan dzikir dan Al Qur’an. Sebagian jin yang shalih juga bisa me-ruqyah dengan membacakan Al Qur’an untuk mengeluarkan jin jahat dari seseorang, melalui lisan orang yang ditinggalinya tersebut.

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz -rahimahullah- menjawab:

بسم الله الرحمن الرحيم،
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداه، أما بعـد

Tidak ragu lagi, jin tidak boleh tinggal di tubuh manusia, tidak boleh berlaku berlebihan kepada manusia dan tidak boleh mengganggu manusia. Dan salah satu kezhaliman yang besar adalah bercampurnya jin dengan manusia, tinggal di tubuhnya, lalu membisik-bisikan sesuatu padanya. Yang hal itu dapat merusak akalnya dan orang-orang akan mengira ia orang gila, selain itu juga dapat menyebabkan keburukan dan gangguan yang lain. Allah Ta’ala berfirman:

.وَمَن يَظْلِم مِّنكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا

Barangsiapa yang berbuat zhalim, Kami akan membuat ia merasakan adzab yang besar” (QS. Al Furqan: 19)

Allah Ta’ala juga berfirman dalam Al Qur’an:

.وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang yang zhalim itu tidak memiliki penolong ataupun pemberi bantuan” (QS. Asy Syuura: 8)

Allah Ta’ala juga berfirman:

..وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Orang-orang zhalim itu kami siapkan bagi mereka adzab yang pedih” (QS. Al Insan: 31)

Maka jin tidak boleh mengganggu seorang muslim dari kalangan manusia, demikian juga manusia tidak boleh mengganggu muslim yang lain dari kalangan jin. Masing-masing harus saling menghormati dan menjauhi perbuatan zhalim antara keduanya.

Dan sudah kita ketahui bersama bahwa masuknya jin di tubuh manusia dapat menyebabkan bahaya yang besar dan banyak keburukan. Baik jin tersebut muslim, maupun kafir. Sehingga jin tidak boleh tinggal di tubuh manusia dan tidak boleh mengganggu manusia atau membahayakan diri manusia. Tadi juga telah kita ketahui apa saja yang terjadi pada manusia jika di-surupi oleh jin, juga apa saja keburukan yang terjadi.

Sehingga wajib bagi jin untuk menjauhkan diri dari perbuatan zhalim terhadap manusia dan mengganggu mereka. Kalau jin ingin mendengarkan Al Qur’an, silakan mendengarkan Al Qur’an dan hadits-hadits Nabi di majelis-majelis ilmu, tidak perlu membisikkan seorang manusia untuk membacakannya. Karena memungkinkan bagi jin untuk dapat hadir di majelis-majelis ilmu yang bertempat di masjid atau pun di tempat lain. Adapun pengakuan jin bahwa ia masuk ke tubuh manusia untuk membisikannya supaya membaca Qur’an, sehingga jin ini bisa mendengarkan Al Qur’an dari orang tersebut, ini adalah sebuah kesalahan, pengakuan yang tidak benar dan tidak bisa dijadikan alasan. Wallahul musta’an.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/10418

Faidah:

Jelaslah bahwa, bagi jin, mengganggu manusia atau me-nyurupi manusia adalah sebuah maksiat. Jin tersebut berdosa jika melakukannya. Apalagi jika ia sering melakukannya, maka ia ahlul maksiat yang tentunya sangat hina martabatnya di hadapan orang-orang shalih apalagi di hadapan Allah.

Mengganggu manusia atau me-nyurupi manusia adalah perbuatan zhalim. Dan orang yang di-zhalimi memiliki hak doa mustajab yang ditujukan kepada jin yang men-zhaliminya, sebagaimana hadits:

اتق دعوة المظلوم ، فإنها ليس بينها وبين الله حجاب

Takutlah pada doanya orang yang dizhalimi, karena tidak ada penghalang antara dia dengan Allah” (HR. Bukhari no.2448)

Jin bukanlah makhluk maha sakti yang tidak bisa merasakan keburukan, mereka hanya makhluk Allah seperti manusia yang sangat lemah di hadapan Allah. Mereka bisa sakit, mati, sengsara, kelaparan, kepanasan, dan keburukan lainnya. Sehingga sudah sepatutnya para jin takut kalau-kalau manusia yang mereka zhalimi mendoakan keburukan terhadapnya.

Semoga ini menjadi peringatan bagi para jin.

About these ads

4 responses to “Bolehkah Jin Tinggal Di Tubuh Manusia?

  1. Subhanallah….
    artikel ne bermanfaat x!!! Jazakallahu Khairon Akhi..!

    membaca artikel dari Nikaca Yang Berdebu Dua “Haruskah kita jatuh cinta dahulu sebelum menikah?” artikel itu mengupas habis tentang Akhi!!!
    kayaknya akhi adalah Rahul Khanna Bagi si Nika Azzahra dia sangat salut sama akhi, dari artikelnya ana bisa melihat ada cinta yang tersembunyi di antara kalian.there’s something happen in her heart, u should know that!

    semoga Allah makin mencintai akhi dan keluarga !!
    semoga ilmu akhi membawa berkah bagi umat “amien”
    salam kenal Akhi…. (^_^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s